Uji Coba Perlintasan Perbatasan Rafah Dibuka Israel Mulai Hari Ini

Perlintasan Perbatasan Rafah/Foto : Dok. AFP Perlintasan Perbatasan Rafah/Foto : Dok. AFP

Palestina, GPriority.co.id – Uji coba perlintasan perbatasan Rafah antara Jalur Gaza dan Mesir dibuka kembali pada hari Senin (2/2), sebagaimana dilaporkan Reuters.

Sebelumnya, pemeriksaan dan pengujian sistem telah dilakukan pada hari Minggu (1/2) kemarin, sebelum dibuka untuk pejalan kaki, kata pihak berwenang Israel. Sebagai informasi, penyeberangan tersebut telah ditutup selama 2 tahun lamanya.

Badan Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah Israel (COGAT) mengatakan bahwa penyeberangan tersebut akan dibuka untuk lintasan terbatas warga Palestina Gaza di kedua arah, sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata. Mereka mengatakan bahwa “fase percontohan” pada hari Minggu dilakukan dengan berkoordinasi bersama Misi Bantuan Perbatasan Uni Eropa (EUBAM), Mesir, dan semua pemangku kepentingan terkait.

Dengan pembukaan kembali perbatasan kemungkinan akan memfasilitasi masuknya badan teknokrat Palestina beranggotakan 15 orang, Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG), yang dibentuk untuk mengawasi pemerintahan sehari-hari dari 2,2 juta penduduk wilayah tersebut. Komite tersebut, yang dibentuk berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, akan diawasi oleh apa yang disebut ‘Dewan Perdamaian’ yang diketuai oleh Presiden AS Donald Trump.

Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel akan mengizinkan 50 pasien medis untuk meninggalkan negara itu setiap hari. Semua warga Palestina di Gaza yang ingin masuk atau keluar akan memerlukan persetujuan Mesir, dan Mesir akan mengirimkan nama-nama tersebut ke dinas keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, untuk mendapatkan izin.

Israel akan mengawasi keluarnya warga Gaza ke Mesir dari jarak jauh. Petugas Israel di ruang kendali akan menggunakan perangkat lunak pengenalan wajah untuk memverifikasi bahwa mereka yang meninggalkan Jalur Gaza ada dalam daftar nama yang disetujui dan membuka gerbang di perbatasan untuk membiarkan mereka lewat.

Pintu masuk ke Gaza dari Mesir juga akan mencakup pemeriksaan keamanan Israel. IDF dan para pejabat keamanan mengatakan bahwa Hamas menggunakan Penyeberangan Rafah untuk membawa masuk senjata dan perlengkapan lainnya untuk sayap militernya sebelum perang tanpa pengawasan Israel.