Jakarta, GPriority.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan perkembangan pembongkaran tiang monorel di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, yang telah dimulai sejak Rabu (14/1) lalu.
Ia mengaku telah memerintahkan percepatan proses pembongkaran tiang monorel tersebut.
“Jadi untuk tiang monorel, saya mencanangkan diselesaikan di bulan September. Tetapi setelah melihat kerjaan di lapangan, saya minta dipercepat,” kata Pramono di Jakarta Pusat, Jumat (6/2).
Pramono menjelaskan, sebelumnya pembongkaran tiang monorel dilakukan dengan target satu tiang per hari. Kini, pengerjaan ditingkatkan menjadi empat hingga lima tiang per hari.
“Kalau dulu hanya satu tiang satu hari, saya minta enggak. Kalau perlu 4-5 tiang sehari dan sekarang sudah dilakukan,” ucapnya.
Terkait tahap pemotongan, Pramono menyebut saat ini pengerjaan telah memasuki bagian tiang monorel yang dilapisi beton. Menurutnya, proses tersebut membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pemotongan tiang tanpa lapisan beton.
“Untuk yang pemotongan, kebetulan kemarin saya lewat, yang dilakukan sekarang adalah yang mulai ada betonnya. Sehingga untuk beton ini pasti memerlukan waktu yang lebih lama. Tapi yang tiang-tiang saja hampir semuanya sudah terpotong,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pramono meluruskan informasi terkait anggaran pembongkaran tiang monorel di Ibu Kota yang disebut mencapai Rp100 miliar. Ia menegaskan bahwa angka tersebut merupakan anggaran keseluruhan, mulai dari pembongkaran hingga penataan kawasan, seperti perbaikan selokan, jalan, taman, jalur pedestrian, dan fasilitas pendukung lainnya.
