Program UMKM Bisa Ekspor Bukukan Transaksi USD 134,87 Juta Sepanjang 2025

Menteri Perdagangan Budi Santoso saat memaparkan capaian kerja 2025 dan targer 2026 di Kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (6/2). Foto: GPriority/Dimas A Putra Menteri Perdagangan Budi Santoso saat memaparkan capaian kerja 2025 dan targer 2026 di Kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (6/2). Foto: GPriority/Dimas A Putra

Jakarta, GPriority.co.id – Program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) yang digagas Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah memfasilitasi 1.217 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha dengan total transaksi mencapai USD 134,87 juta.

“Sepanjang 2025, sebanyak 1.217 UMKM telah terfasilitasi dengan total transaksi yang dihasilkan sebesar USD 134,87 juta. Capaian ini membuktikan UMKM Indonesia punya kesempatan bersaing untuk diterima di pasar internasional,” ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam konfrensi pers di Jakarta, Jumat (6/2).

Dari total transaksi tersebut, purchase order tercatat sebesar USD 57,45 juta, sementara potensi transaksi mencapai USD 77,42 juta. Sepanjang 2025, terlaksana 622 kegiatan business matching, yang terdiri atas 399 sesi pitching UMKM kepada perwakilan perdagangan RI di luar negeri serta 223 pertemuan langsung dengan buyer mancanegara. Mayoritas pertemuan dilakukan secara virtual melalui aplikasi konferensi daring.

Mendag yang akrab disapa Busan menjelaskan, mitra business matching sepanjang 2025 paling banyak berasal dari Uni Emirat Arab, diikuti Hungaria, Hong Kong, Malaysia, dan Korea Selatan.

Dari sisi produk, sektor makanan dan minuman mendominasi kegiatan pitching dan business matching dengan porsi 29,99 persen, disusul produk perkebunan (14,91 persen), furnitur dan dekorasi rumah (10,94 persen), tekstil dan produk tekstil atau fesyen (10,94 persen), serta produk perikanan (5,63 persen).

Selain kegiatan rutin bulanan, UMKM BISA Ekspor juga menginisiasi business matching tematik guna memperluas inklusivitas fasilitasi ekspor UMKM.

Salah satunya adalah Business Matching Tematik Disabilitas yang digelar pada 26—29 September 2025, mempertemukan UMKM dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago di Chile, ITPC Osaka di Jepang, Atase Perdagangan RI Berlin di Jerman, serta Atase Perdagangan RI Bangkok di Thailand untuk mempromosikan produk kerajinan dan fesyen.

Kemendag juga menggelar dua sesi business matching dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional (Women’s Day) 2025, yang melibatkan perwakilan perdagangan RI di Hungaria dan Inggris, dengan menampilkan produk makanan ringan, fesyen, dan batik.

“Business matching tematik mendorong partisipasi UMKM penyandang disabilitas dan perempuan pelaku usaha agar produk unggulannya dapat dikenal dan diterima di pasar internasional. Upaya ini adalah komitmen memastikan seluruh pelaku UMKM memiliki kesempatan yang setara untuk mengakses pasar global,” tutur Mendag Busan.