Jakarta, GPriority.co.id – Pelaksanaan Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) kembali berjalan normal setelah sebelumnya mengalami kendala teknis yang menyebabkan penyesuaian jadwal. Kini, sistem telah berfungsi dengan baik dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Simulasi TKA menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan pelaksanaan TKA 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan sistem, infrastruktur teknologi, serta alur layanan sebelum pelaksanaan utama digelar secara nasional.
Dalam simulasi tersebut, dilakukan pengujian menyeluruh terhadap berbagai aspek teknis, mulai dari kapasitas server, stabilitas jaringan, hingga respons sistem terhadap lonjakan akses pengguna secara bersamaan.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Toni Toharudin, menegaskan bahwa antusiasme masyarakat terhadap TKA tahun 2026 sangat besar.
“Kami menyadari animo masyarakat yang sangat besar dalam mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA), sehingga kami terus berkomitmen bahwa kesiapan layanan akan terus menjadi prioritas,” ujar Toni dalam keterangan yang disampaikan di Jakarta.
Senada dengan itu, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, menyampaikan bahwa simulasi memiliki peran krusial dalam memastikan keandalan sistem sebelum digunakan secara luas oleh peserta di seluruh Indonesia.
“Simulasi ini memang dirancang untuk menguji sistem secara nyata, sehingga kita dapat menemukan pola dari sejumlah besar data yang akan kita gunakan untuk pelaksanaan TKA. Kami terus berupaya memastikan kesiapan sistem agar murid dapat melaksanakan TKA dengan nyaman,” ujarnya di Jakarta, Rabu (25/2).
Berdasarkan data terbaru, jumlah pendaftar TKA 2026 untuk jenjang SD dan SMP telah mencapai 9.038.281 orang. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat peserta didik dan satuan pendidikan terhadap asesmen nasional berbasis kemampuan akademik ini.
Pusat Asesmen Pendidikan pun terus melakukan pemantauan dan optimalisasi sistem secara berkelanjutan. Upaya tersebut mencakup peningkatan kapasitas server serta penyempurnaan mekanisme mitigasi risiko, terutama dalam menghadapi lonjakan akses dari jutaan peserta secara serentak.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengimbau masyarakat dan satuan pendidikan untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi resmi kementerian.
Masukan dari pelaksanaan simulasi ini akan menjadi dasar evaluasi dan perbaikan guna meningkatkan kualitas layanan asesmen pendidikan nasional, sekaligus memastikan pelaksanaan TKA 2026 berjalan lancar dan optimal di seluruh Indonesia.
