Teheran, Gpriority.co.id – Israel meluncurkan serangan pre-emptive ke Iran pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat, dengan tiga ledakan besar mengguncang pusat Teheran. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengonfirmasi aksi tersebut sebagai langkah menghilangkan ancaman, diikuti penutupan wilayah udara dan deklarasi darurat nasional.
Saksi mata melaporkan kepulan asap tebal di area Jomhouri dan kawasan Universitas, meski target spesifik belum dikonfirmasi resmi. Media Iran seperti IRNA dan Fars mengakui ledakan keras di jantung ibu kota, dengan layanan darurat segera dikerahkan untuk penanganan. Belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan luas.
Di Israel, sirene serangan udara diaktifkan di seluruh wilayah Israel, memicu penutupan sekolah, instruksi kerja dari rumah, dan larangan pertemuan publik. Komando Pertahanan Dalam Negeri menekankan warga tetap di rumah mengikuti arahan resmi demi keselamatan. Pesawat sipil ke Israel terpaksa berbalik arah sebagai pencegahan.
Iran sendiri belum memberi respons resmi detail, tapi riwayat menunjukkan janji balasan “proporsional dan efektif” dari pejabat seperti Jenderal Amir Hatami dan Menlu Abbas Araghchi. Situasi tegang terus berkembang tanpa keterlibatan AS yang dikonfirmasi.
Foto : Al Jazeera SS
