6 Cara Ampuh Atasi Bau Mulut saat Puasa

Ilustrasi. Foto: istimewa Ilustrasi. Foto: istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Bau mulut saat puasa kerap menjadi keluhan banyak orang. Kondisi mulut yang kering selama berjam-jam tanpa asupan cairan memicu aroma tidak sedap atau halitosis.

Ketika berpuasa, produksi air liur menurun sehingga mulut terasa kering. Kondisi tersebutlah yang kemudian menjadi penyebab bau mulut atau halitosis.

Selain itu, Harvard Health Publishing menyebut bahwa halitosis juga dapat dipicu oleh pertumbuhan bakteri mulut. Proses pembusukan sisa makanan oleh bakteri memunculkan bau yang tidak sedap.

Untuk menjaga napas tetap segar selama Ramadan, ada sejumlah cara alami yang dapat dilakukan. Berikut langkah-langkah yang bisa diterapkan agar puasa tetap nyaman tanpa gangguan bau mulut.

1. Sikat Gigi Saat Sahur

Bau mulut saat puasa bisa disebabkan oleh penumpukan sisa makanan pada gigi. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggosok gigi saat sahur.

Selain itu, pastikan Anda memilih pasta gigi yang sudah teruji klinis, sehingga lebih kuat melawan bakteri penyebab bau mulut. Dengan begitu, Anda bisa tetap nyaman berpuasa tanpa bau mulut karena adanya perlindungan antibakteri hingga 12 jam.

2. Berkumur dengan Mouthwash

Berkumur dengan mouthwash saat sahur, dapat bantu untuk jaga kesegaran napas seharian. Hasilnya, bau mulut yang sebelumnya menyengat jadi hilang.

Untuk hasil yang maksimal, pilih mouthwash dengan kandungan natural mint essence, terbukti efektif mengurangi 99.9% pertumbuhan bakteri mulut untuk memberikan perlindungan 12 jam terhadap bau mulut.

Pilih juga mouthwash ini telah bersertifikasi halal dan bermanfaat dalam memberikan kesegaran yang tahan lama.

Berkumur selama bulan puasa masih diperbolehkan, asal tidak dilakukan secara berlebihan. Selain itu, pastikan juga obat tidak tertelan saat Anda berkumur.

3. Membersihkan Lidah

Tak hanya gigi, lidah juga dapat menjadi sumber bau mulut. Lidah bisa menjadi sarang bakteri penyebab bau mulut.

Bila merasa napas jadi tak sedap, Anda bisa membersihkannya dengan alat khusus pembersih lidah.

Anda tidak perlu pakai pasta gigi atau air untuk membersihkan lidah. Akan tetapi, pastikan alat pembersih lidah selalu dalam keadaan higienis.

4. Mengobati Penyakit Gusi Penyebab Bau Mulut

Masalah gusi juga dapat memperparah halitosis. Bau mulut bisa terjadi akibat penyakit gusi seperti gingivitis dan periodontitis. Aroma tak sedap muncul karena adanya penumpukan bakteri di dasar gigi.

Agar bau mulut tak semakin bertambah parah saat puasa, Anda sebaiknya mengobati masalah gusi yang menjadi penyebabnya. Untuk menentukan pengobatan yang tepat, konsultasikan dengan dokter.

5. Konsumsi Buah Kaya Vitamin C

Asupan makanan saat sahur juga berpengaruh pada kondisi napas. Anda bisa mengonsumsi buah dengan kandungan vitamin C saat sahur.

Buah dengan kandungan vitamin C seperti jeruk dan nanas bisa meningkatkan produksi air liur. Ketika produksi air liur terjaga dengan baik, masalah mulut kering pun akan teratasi.

Selain itu, air liur juga membantu membilas asam yang diproduksi bakteri mulut saat proses pembusukan makanan. Hasilnya, masalah bau mulut saat puasa jadi lebih terkendali.

6. Penuhi Kebutuhan Cairan

Saat puasa, Anda memang tidak dapat menambah asupan cairan pada siang hari. Sebagai gantinya, pastikan kebutuhan cairan terpenuhi dengan baik selama waktu buka hingga sahur.

Ketika asupan cairan terjaga, produksi air liur pun akan tetap berjalan dengan baik. Hasilnya, bau mulut akan teratasi selama Anda berpuasa.

Anda bisa mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih sebanyak 8 gelas per hari. Ketika waktu sahur, minum 2 gelas air putih.

Untuk menghilangkan bau mulut saat berpuasa dengan tepat, Anda bisa berkonsultasi ke dokter. Dengan begitu, penanganan bisa dilakukan sesuai kondisi yang mendasarinya.

Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana tersebut, ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih percaya diri tanpa gangguan bau mulut.