Masyarakat Aceh Tamiang Diimbau Tak Ugal-ugalan Beli BBM yang Timbulkan Panic Buying

Juru bicara pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Farij. (Foto: Istimewa). Juru bicara pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Farij. (Foto: Istimewa).

Aceh, GPriority.co.id – Konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran menimbulkan dampak diseluruh dunia. Terlebih, Iran secara resmi telah menutup selat hormuz yang merupakan jalur perdagangan global.

Di Indonesia, konflik Timur Tengah itu belakangan mulai menjadi isu, terutama terkait ketersediaan bbm di. Sebagian daerah, termasuk Aceh mulai terjadi fenomena panic buying bbm di tengah masyarakat. Meskipun pemerintah pusat telah memberikan klarifikasi agar masyarakat tidak perlu khawatir akan hal tersebut.

Kepanikan juga terlihat terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang Tamiang. Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di daerah itu sudah terlihat sejak dua hari belakangan. Peristiwa itu juga sempat menyebabkan kemacetan arus lalu-lintas.

Merespon fenomena tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh pun memberikan imbauan ke masyarakat. Melalui Juru bicara pemerintahan, Muhammad Farij, pemda meminta warga agar tidak panic buying bbm sehingga melakukan pembelian bahan bakar minyak secara berlebihan.

Menurut Farij, jika pembelian bbm secara ugal-ugalan malah akan memicu kepanikan di tengah masyarakat, dampaknya tentunya akan terjadi antrean-antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

“Untuk itu kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum jelas kebenarannya terkait ketersediaan Bbm,” kata Muhammad Farij, dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (6/3).

Kata Farij, berdasarkan informasi dari Pertamina, stok BBM saat ini masih dalam kondisi aman.

Di samping itu, Farij juga mengingatkan agar pengelola SPBU diharapkan dapat menyalurkan BBM secara selektif dengan mengutamakan kebutuhan masyarakat agar distribusi berjalan lebih tertib dan tepat sasaran.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang melakukan penimbunan BBM. Tindakan tersebut dapat melanggar ketentuan hukum yang berlaku.

Pemerintah daerah berharap kondisi ini dapat segera kembali normal seiring dengan langkah pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Pertamina dalam menjaga stabilitas pasokan BBM di daerah.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mengajak masyarakat untuk tetap bijak dalam membeli BBM serta bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif,” Imbau Jubir Pemkab Aceh Tamiang, Farij.

Editor: Dimas A Putra