Jakarta, GPriority.co.id – Industri furnitur dan mebel Indonesia terus menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Melalui penyelenggaraan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026, pemerintah dan pelaku industri optimistis dapat memperkuat posisi produk furnitur Indonesia di pasar global sekaligus mendorong peningkatan nilai ekspor.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ekspor mebel menyumbang sekitar 12,2 persen dari subsektor kerajinan. Sementara itu, peluang pasar global juga dinilai masih sangat besar.
Berdasarkan data Allied Market Research, nilai pasar furnitur dunia diproyeksikan mencapai lebih dari 840 miliar dolar AS pada 2034, meningkat dari 556,3 miliar dolar AS pada 2023 dengan pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) sekitar 4 persen.
Melihat proyeksi tersebut, Indonesia sebagai salah satu pemain utama di industri furnitur global diharapkan mampu memanfaatkan momentum untuk meningkatkan nilai ekspor produk furnitur ke pasar internasional.
Dalam tiga tahun terakhir, sektor manufaktur nasional juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan rata-rata di atas 5 persen, bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, menyatakan bahwa penyelenggaraan IFEX memberikan dampak positif bagi perkembangan industri furnitur di Indonesia. Pada kesempatan tersebut, Menteri Agus juga menyoroti capaian Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia yang berada di posisi tertinggi di kawasan ASEAN dengan nilai mencapai 265,07 miliar dolar AS.
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian juga terus memberikan berbagai fasilitas untuk mendorong pertumbuhan industri furnitur nasional.
Beberapa dukungan yang diberikan antara lain fasilitasi ketersediaan bahan baku, penyediaan sumber daya manusia terampil, peningkatan produktivitas dan kapasitas produksi, peningkatan kualitas produk, penguatan riset pasar, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi pelaku industri.
Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan sentra industri kecil dan menengah (IKM) furnitur guna memperkuat daya saing industri di tingkat nasional maupun global.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur, menyampaikan optimisme terhadap masa depan industri furnitur Indonesia.
“Kami yakin ke depan pasar furnitur dunia masih akan terus membaik. Untuk itu, kami kembali menegaskan target kami untuk merealisasikan target ekspor sebesar 6 miliar USD. Selain ke pasar utama seperti Amerika Serikat dan Eropa, kami juga mendorong anggota kami untuk membuka peluang ke pasar-pasar baru seperti Timur Tengah dan Afrika,” ujar Sobur.
Penyelenggaraan IFEX dinilai menjadi wadah strategis untuk meningkatkan nilai ekspor sekaligus menegaskan posisi produk furnitur Indonesia di pasar global.
Sebagai pameran business to business (B2B) terbesar di kawasan, IFEX menawarkan berbagai peluang bagi pelaku industri untuk menjalin kerja sama langsung dengan para pembeli internasional melalui program business matching.
IFEX juga telah lama dikenal sebagai barometer pertumbuhan industri furnitur dan kerajinan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat regional hingga global.
Dalam pameran ini, para peserta menampilkan berbagai produk furnitur unggulan Indonesia yang mengedepankan kualitas material, nilai estetika, inovasi desain, serta keterampilan craftsmanship berstandar internasional.
Kolaborasi antara pelaku industri, asosiasi, komunitas desain, serta pemerintah menjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan IFEX 2026. Sinergi tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen furnitur premium yang kompetitif di pasar internasional.
Untuk semakin memperkuat posisi tersebut, IFEX 2026 diselenggarakan di lokasi baru, yakni Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, dengan area pameran yang lebih luas dan modern.
Dengan total area pameran mencapai 85 ribu meter persegi, penyelenggara berharap IFEX dapat membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku industri kreatif Indonesia untuk menampilkan produk unggulan mereka.
“Penambahan luas area pameran ini memungkinkan kami untuk meningkatkan jumlah peserta sekaligus menghadirkan lebih banyak produk furnitur unggulan. Lokasi baru ini juga hadir dengan fasilitas dan program pendukung yang ditujukan untuk memberikan pengalaman pameran yang lebih berkesan bagi para pengunjung,” ujar Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung.
Terkait situasi global, khususnya kondisi di Timur Tengah, penyelenggara IFEX memastikan bahwa hingga saat ini situasi di Indonesia masih aman dan stabil sehingga persiapan pameran tetap berjalan sesuai rencana.
“IFEX bukan hanya sekadar pameran tetapi lebih dari itu, event ini adalah sebuah platform perdagangan global tepercaya yang menghubungkan buyers dengan produk unggulan yang mereka butuhkan. Dalam situasi global seperti saat ini, kemitraan yang kuat dan akses pasar yang andal menjadi semakin penting,” tegas Sobur.
Ia menambahkan bahwa pihak penyelenggara terus menjalin komunikasi dengan para peserta dan pembeli internasional untuk memastikan kenyamanan serta kelancaran pelaksanaan acara.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki, IFEX 2026 diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk memperluas akses pasar global sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan industri furnitur dan kerajinan Indonesia.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai IFEX 2026, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi www.ifexindonesia.com atau mengikuti akun Instagram resmi @ifex_id.
