Beda Tradisi Kamis Putih di Indonesia dan Negara Lainnya

Ilustrasi tradisi kamis putih di negara Spanyol/Foto : Dok. NOS Ilustrasi tradisi kamis putih di negara Spanyol/Foto : Dok. NOS

Jakarta, GPriority.co.id – Tradisi Kamis Putih menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian perayaan Pekan Suci umat Kristiani di seluruh dunia. Perayaan yang juga dikenal sebagai Maundy Thursday ini tidak hanya memiliki makna religius yang mendalam, tetapi juga kaya akan tradisi yang berbeda di setiap negara.

Kamis Putih adalah hari yang diperingati pada Kamis sebelum Paskah dan menjadi bagian dari Tri Hari Suci, yang meliputi Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci. Hari ini dikenang sebagai momen Perjamuan Malam Terakhir Yesus Kristus bersama para murid-Nya sebelum penyaliban, seperti dilansir dari laporan detik.

Secara historis, Kamis Putih merujuk pada peristiwa penting dalam ajaran Kristen, yaitu Perjamuan Terakhir. Dalam peristiwa tersebut, Yesus membagikan roti dan anggur sebagai simbol tubuh dan darah-Nya, yang kemudian menjadi dasar Sakramen Ekaristi dalam gereja.

Selain itu, terdapat juga peristiwa pembasuhan kaki para murid oleh Yesus. Tindakan ini memiliki makna kerendahan hati dan pelayanan, karena pada masa itu membasuh kaki merupakan tugas seorang hamba.

Istilah Maundy sendiri berasal dari kata Latin mandatum yang berarti “perintah”, merujuk pada ajaran Yesus untuk saling mengasihi.

Tradisi Kamis Putih di Indonesia

Di Indonesia, tradisi Kamis Putih umumnya dirayakan melalui misa khusus di gereja. Salah satu ritual yang khas adalah pembasuhan kaki oleh pastor kepada jemaat sebagai simbol kerendahan hati dan pelayanan.

Selain itu, terdapat tradisi “tuguran”, yaitu berjaga dan berdoa di gereja hingga larut malam untuk mengenang penderitaan Yesus sebelum ditangkap. Tradisi ini masih dilakukan di berbagai daerah dengan nuansa khidmat dan reflektif.

Umat juga biasanya mengikuti prosesi Ekaristi Kudus yang menjadi inti perayaan Kamis Putih.

Tradisi Kamis Putih di Berbagai Negara

Berbeda dengan Indonesia, sejumlah negara memiliki tradisi unik dalam memperingati Kamis Putih. Seperti di Vatikan, Paus memimpin misa Kamis Putih dengan ritual pembasuhan kaki kepada sejumlah umat, sebagai simbol pelayanan.

Sementara di beberapa wilayah Eropa, lonceng gereja akan dibunyikan terakhir kali sebelum “dibungkam” hingga Paskah, sebagai simbol masa duka.

Di Spanyol, Kamis Putih menjadi bagian dari perayaan Semana Santa yang terkenal. Prosesi keagamaan digelar di jalanan dengan arak-arakan patung religius dan pakaian tradisional yang khas.

Di Inggris, terdapat tradisi “Royal Maundy”, di mana raja atau ratu membagikan koin khusus kepada warga lanjut usia sebagai simbol pelayanan dan kepedulian.

Negara-negara seperti Meksiko dan Brasil juga memiliki tradisi dramatik berupa rekonstruksi Perjamuan Terakhir dan kisah penyaliban yang melibatkan masyarakat secara luas.

Meski memiliki perbedaan dalam pelaksanaan, tradisi Kamis Putih di berbagai negara memiliki nilai spiritual yang sama, yaitu pengorbanan, kasih, dan kerendahan hati.

Perayaan ini juga menjadi pengingat bagi umat Kristiani untuk menjalankan ajaran kasih dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana yang diajarkan oleh Yesus kepada para murid-Nya.