Arab Saudi, GPriority.co.id – Pemerintah Arab Saudi terus meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji dan umrah dari berbagai negara dunia.
Kabar terbaru, pemerintah setempat dikabarkan telah menyetujui rencana pembangunan bandara baru di Kota Suci Mekkah, yang nantinya akan digunakan untuk melayani jutaan jemaah dari seluruh dunia.
Sebagaimana diungkapkan oleh CEO Komisi Kerajaan untuk Kota Mekkah dan Situs Suci, Saleh Al-Rasheed, dalam wawancara dengan Harvard Business Review, sebagaimana dikutip dari Saudi Gazette.
Ia menyebut bahwa persetujuan telah diberikan untuk pengembangan bandara dengan standar global sebagai bagian dari transformasi besar sektor transportasi di wilayah tersebut.
Adapun pembangunan bandara ini menjadi terobosan besar, mengingat selama ini jemaah internasional harus mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah atau Bandara Madinah sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Mekkah. Jarak dari Jeddah ke Mekkah sendiri sekitar 90 kilometer, yang kerap memakan waktu dan tenaga, terutama saat musim haji.
Dengan hadirnya bandara langsung di Mekkah, waktu tempuh jemaah diperkirakan akan jauh lebih singkat. Selain itu, proyek ini juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan di bandara-bandara utama seperti Jeddah yang selama ini menjadi pintu masuk utama jemaah dari berbagai negara.
Menurut Al-Rasheed, proyek ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup aspek investasi strategis dan ekonomi. Pemerintah Arab Saudi akan menggandeng sektor swasta untuk mengembangkan model investasi yang tepat, tanpa mengganggu operasional bandara di kota-kota sekitar.
Sistem Transportasi Terintegrasi Juga Tengah Dikembangkan
Selain bandara, pemerintah juga tengah mengembangkan sistem transportasi terintegrasi di Mekkah, termasuk proyek metro dan peningkatan layanan transportasi publik. Hal ini dilakukan guna mendukung mobilitas jutaan jemaah yang setiap tahunnya datang untuk menunaikan ibadah haji dan umrah.
Langkah ini sejalan dengan visi besar Arab Saudi dalam meningkatkan kapasitas layanan jemaah hingga puluhan juta orang per tahun. Dengan infrastruktur yang lebih modern dan efisien, pengalaman ibadah diharapkan menjadi lebih nyaman dan aman.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada rincian teknis lebih lanjut terkait lokasi pasti, kapasitas, maupun jadwal pembangunan bandara tersebut. Namun, persetujuan awal ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.
Para pengamat menilai, keberadaan bandara di Mekkah akan menjadi game changer dalam industri perjalanan religi global. Selain mempermudah akses, hal ini juga berpotensi meningkatkan jumlah jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia sebagai salah satu penyumbang jemaah terbesar.
Di sisi lain, proyek ini juga mencerminkan komitmen Arab Saudi dalam mengembangkan sektor pariwisata religi sebagai bagian dari diversifikasi ekonomi di luar sektor minyak.
Jika terealisasi sesuai rencana, bandara Mekkah tidak hanya akan menjadi fasilitas transportasi, tetapi juga simbol transformasi layanan ibadah modern yang mengedepankan kenyamanan, efisiensi, dan aksesibilitas bagi umat Islam di seluruh dunia.
