Terobosan Baru Pengobatan Kanker Mata: Obat Tetes Mata dari Sperma Babi

Ilustrasi peternakan babi/Foto : Dok. World Animal Protection US Ilustrasi peternakan babi/Foto : Dok. World Animal Protection US

Jakarta, GPriority.co.id – Dunia medis kembali dikejutkan dengan inovasi terbaru dalam pengobatan kanker mata. Para ilmuwan menemukan bahwa komponen dari sperma babi dapat dimanfaatkan sebagai media penghantar obat dalam bentuk tetes mata untuk mengatasi retinoblastoma, jenis kanker yang umumnya menyerang bayi dan anak-anak.

Penemuan ini menjadi angin segar karena selama ini pengobatan kanker mata sering kali melibatkan prosedur invasif seperti kemoterapi, radiasi, atau suntikan langsung ke mata yang berisiko tinggi.

Dilansir dari laporan NY Post pada Senin (6/4), penelitian ini memanfaatkan partikel kecil yang disebut exosome dari sperma babi. Partikel ini memiliki kemampuan unik untuk menembus berbagai penghalang biologis pada mata, termasuk kornea dan konjungtiva.

Dalam formulasi yang dikembangkan, exosome dikombinasikan dengan asam folat dan sistem nanozyme CMG. Asam folat berfungsi sebagai “penarget” yang membantu obat langsung menuju sel kanker, sementara nanozyme bekerja menghancurkan sel tumor melalui reaksi kimia terkontrol.

Pendekatan ini memungkinkan obat bekerja lebih efektif tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.

Dalam uji coba pada hewan, hasilnya sangat signifikan. Setelah penggunaan tetes mata selama 30 hari, ukuran tumor pada tikus berkurang drastis hingga hanya sekitar 2% dari ukuran awal.

Sebaliknya, kelompok yang tidak menerima terapi menunjukkan perkembangan tumor yang lebih agresif, termasuk pertumbuhan pembuluh darah abnormal dan gangguan penglihatan.

“Mengingat sebagian besar pasien adalah anak-anak, terapi yang dapat menjaga mata dan meminimalkan toksisitas sangat penting untuk kesejahteraan mereka sepanjang hidup,” ujar salah satu peneliti, Yu Zhang, dari Shenyang Pharmaceutical University.

Ia melanjutkan, “Hal ini mendorong kami untuk mengeksplorasi apakah exosome yang berasal dari semen juga memiliki kemampuan untuk menembus penghalang pada mata.”

Dibandingkan pengobatan konvensional, metode ini menawarkan berbagai keunggulan seperti non-invasif (cukup dalam bentuk tetes mata), risiko efek samping lebih rendah, menargetkan sel kanker secara spesifik, serta lebih nyaman untuk pasien anak.

Selain untuk kanker mata, teknologi berbasis exosome ini juga berpotensi digunakan untuk berbagai penyakit mata lainnya, seperti degenerasi makula dan retinopati diabetik.

Namun, para peneliti menegaskan bahwa studi ini masih berada pada tahap awal dan memerlukan uji klinis pada manusia sebelum dapat digunakan secara luas.