Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Indonesia memperkuat komitmen terhadap pemenuhan hak anak melalui kerja sama strategis dengan UNICEF.
Kolaborasi ini ditandai dengan peluncuran program bertajuk “Bersama untuk Setiap Anak Indonesia” untuk periode 2026-2030.
Program tersebut difokuskan pada penguatan pemenuhan hak anak di 13 provinsi prioritas, sekaligus menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam menyiapkan generasi emas Indonesia 2045.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy, menyampaikan apresiasi atas dukungan UNICEF dalam program ini.
“Jadi, UNICEF tugasnya membantu. Kita bertanggung jawab. Pemerintah negara bertanggung jawab,” kata Rachmat Pambudy dalam sambutannya, Senin (20/4).
Ia menegaskan bahwa tantangan ke depan tidak hanya sebatas menyiapkan generasi muda, tetapi juga memastikan kesiapan mereka menghadapi berbagai persoalan yang kompleks.
Sementara itu, Perwakilan UNICEF di Indonesia, Maniza Zaman, menyatakan bahwa peluncuran CPAP 2026-2030 menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Peluncuran CPAP 2026-2030 menandai dimulainya babak baru – babak yang dlitanda oleh ambisi yang lebih besar, kolaborasi yang lebih dalam, dan fokus yang lebih tajam pada dampak nyata,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa seluruh kebijakan dan investasi harus berorientasi pada masa depan anak-anak Indonesia.
“Apakah kita sudah berbuat cukup — bersama-sama – untuk mengamankan masa depan anak-anak Indonesia?”,” tanyanya.
Maniza juga menyampaikan harapannya terhadap keberlanjutan kemitraan yang lebih luas. Ia pun mengajak seluruh pihak untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan kesempatan yang setara.
“Akhirnya, marilah kita bersama-sama wujudkan komitmen bersama kita – kesempatan yang adil bagi setiap anak perempuan dan laki-laki di Indonesia, tidak pedulisiapa mereka atau di mana mereka tinggal,” ucapnya.
Untuk diketahui, kolaborasi ini ditandai oleh penyusunan Country Program Action Plan (CPAP) 2026-2030 akan menjadi pedoman utama dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Program ini selaras dengan prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan United Nations Sustainable Development Cooperation Framework (UNSDCF) 2026-2030.
Adapun komponen prioritas dalam program ini meliputi sektor gizi, kesehatan, pendidikan, Cewash, perlindungan anak, kebijakan sosial, hingga efektivitas program.
Secara keseluruhan, total anggaran yang disiapkan untuk periode 2026-2030 mencapai USD 131.000.000.000 atau setara dengan Rp2.250,842 triliun, menjadikannya salah satu inisiatif terbesar dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.
