Jakarta, GPriority.co.id – Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperingati hari ulang tahun ke-81 pada Senin, (5/10). Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pembentukan tentara nasional, yang berawal dari Badan Keamanan Rakyat (BKR) setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Mengutip informasi dari situs resmi TNI Angkatan Darat, sejarah TNI bermula dari pembentukan BKR pada 23 Agustus 1945. Organisasi tersebut kemudian berkembang menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945, yang menjadi tonggak peringatan hari lahir TNI setiap tahun.
Siapa Pencetus Berdirinya TNI?
Pembentukan tentara nasional bukanlah hasil gagasan satu orang semata, melainkan bagian dari keputusan pemerintah Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan dan menjaga keamanan negara.
Pada awal kemerdekaan, pemerintah membentuk BKR sebagai wadah keamanan rakyat. Namun, meningkatnya ancaman terhadap kedaulatan Indonesia mendorong pembentukan organisasi militer yang lebih terstruktur.
Presiden Soekarno kemudian mengeluarkan Maklumat Pemerintah pada 5 Oktober 1945 untuk membentuk TKR. Dengan demikian, Soekarno memiliki peran penting dalam pembentukan organisasi tentara resmi Indonesia, sementara proses pengembangannya melibatkan sejumlah tokoh militer dan pemerintahan.
Menurut Pusat Sejarah TNI, Soeprijadi, tokoh pemberontakan PETA di Blitar, diangkat sebagai pimpinan tertinggi TKR. Namun, ia tidak pernah muncul untuk menduduki jabatan tersebut. Dalam konferensi TKR di Yogyakarta pada 12 November 1945, Kolonel Soedirman terpilih sebagai pimpinan tertinggi, sedangkan Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo menjadi Kepala Staf Umum. Soedirman kemudian dilantik sebagai Panglima Besar TKR pada 18 Desember 1945.
Perjalanan BKR Menjadi TNI
Perkembangan organisasi militer Indonesia berlanjut ketika TKR berubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) pada 26 Januari 1946. Langkah tersebut dilakukan untuk menyempurnakan struktur organisasi tentara nasional.
Selanjutnya, pada 3 Juni 1947, Presiden Soekarno secara resmi mengesahkan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pembentukan ini bertujuan menyatukan TRI sebagai tentara reguler dengan berbagai badan perjuangan rakyat.
Sejak saat itu, TNI berperan dalam mempertahankan kemerdekaan, menghadapi agresi militer Belanda, serta menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia.
Dalam peringatan HUT ke-81 tahun 2026, tema yang diusung adalah “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur.” Tema tersebut menegaskan pentingnya hubungan TNI dengan masyarakat dalam menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa.
Peringatan setiap 5 Oktober bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat atas perjuangan para pendahulu serta tanggung jawab TNI dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
