Jakarta, GPriority.co.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menegaskan perannya dalam memperkaya kajian geopolitik global melalui kegiatan bedah buku bertajuk “Revolusi Iran: Dari Tumbangnya Shah Iran Hingga Perang Melawan AS ”.
Diskusi yang berlangsung pada Selasa (21/4) ini menjadi ruang akademik untuk membahas perubahan tatanan dunia dan dampaknya terhadap hubungan internasional, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BRIN dalam memperkuat literasi geopolitik di Indonesia, sekaligus membuka perspektif baru mengenai dinamika global yang semakin kompleks.
Dalam forum tersebut, para peneliti dan akademisi menyoroti bagaimana Revolusi Iran 1979 menjadi titik balik penting dalam struktur politik dunia modern.
Dalam sinopsis buku yang dibahas, Revolusi Iran digambarkan sebagai peristiwa yang tidak hanya mengubah sistem politik dalam negeri Iran, tetapi juga menciptakan “disrupsi geopolitik” yang berpengaruh hingga saat ini. Buku tersebut menekankan bahwa perubahan tersebut masih relevan dalam membaca arah politik global kontemporer.
Salah satu narasi penting dalam kajian tersebut menjelaskan bahwa dunia saat ini berada dalam fase ketidakpastian yang ditandai oleh rivalitas kekuatan besar, fragmentasi ekonomi, serta disrupsi teknologi yang saling berkaitan.
Dalam konteks itu, geopolitik tidak lagi sekadar kajian negara, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan global yang menyentuh aspek ekonomi, sosial, hingga keamanan.
“Dunia abad ke-21 bukan lagi ruang yang stabil dan linear. Ia bergerak dalam pusaran fragmentasi kekuatan, rivalitas ideologi, perang teknologi, krisis multilateralisme, serta spektrum risiko global yang semakin kompleks dan saling berkelindan,” bunyi kutipan sinopsis buku tersebut.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perubahan global saat ini berlangsung sangat cepat dan tidak dapat diprediksi hanya melalui pendekatan tradisional hubungan internasional.
Lebih lanjut, buku ini juga menyoroti pentingnya Indonesia untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi turut berperan aktif dalam memahami dan merespons perubahan geopolitik dunia.
Dalam perspektif tersebut, ketahanan nasional dipandang sebagai faktor kunci agar suatu negara mampu bertahan dan beradaptasi dalam situasi global yang penuh ketidakpastian.
Selain itu, diskusi yang diangkat BRIN ini juga mengaitkan Revolusi Iran dengan pergeseran tatanan dunia dari unipolar menuju multipolar. Perubahan ini ditandai dengan meningkatnya persaingan antarnegara besar, baik dalam aspek ekonomi, militer, maupun teknologi.
Dalam kajian tersebut, Revolusi Iran dipahami sebagai salah satu contoh “struktur perubahan geopolitik” yang memiliki dampak jangka panjang terhadap stabilitas kawasan dan hubungan internasional.
Dengan adanya forum seperti bedah buku ini, BRIN berharap dapat mendorong kolaborasi antara peneliti, akademisi, dan pembuat kebijakan dalam memahami isu-isu strategis dunia.
