Flores, GPriority.co.id – Istana Kepresidenan mengungkapkan rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mengunjungi wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah dipersiapkan. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai waktu kunjungan tersebut.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo belum meninjau langsung lokasi bencana karena pemerintah pada tahap awal memilih memprioritaskan penanganan persoalan di lapangan.
Menurutnya, kunjungan kepala negara juga membutuhkan persiapan dan dukungan sarana yang berbeda dibandingkan kunjungan biasa. Prasetyo menegaskan pemerintah pusat terus memonitor perkembangan penanganan gempa NTT melalui laporan dari para menteri dan kepala lembaga. Ia juga mengapresiasi dukungan sejumlah pemerintah daerah dalam membantu masyarakat terdampak.
“Belum ya, nanti kita lihat karena berdasarkan laporan juga kami kebetulan juga setiap hari memonitor perkembangan di lapangan, semua masih bisa kita tangani gitu,” kata Prasetyo dikutip dari laman Kemensetneg RI.
Sementara itu, jumlah korban meninggal akibat gempa NTT terus diperbarui. Data yang disampaikan pemerintah pada 20 Agustus, tercatat 72 orang meninggal, 900 korban mengalami luka-luka dan 82.691 warga mengungsi.
Hal lainnya yang jadi perhatian publik, ialah di tengah situasi tersebut, pemerintah Indonesia masih memilih untuk belum membuka bantuan internasional. Prasetyo mengatakan keputusan itu diambil karena pemerintah menilai kapasitas nasional masih mampu menangani kebutuhan masyarakat terdampak.
Sejumlah negara telah menyampaikan solidaritas dan menawarkan bantuan. Taiwan, misalnya, menyatakan kesiapan membantu pemulihan jika pemerintah Indonesia membutuhkan.
Pemerintah sendiri terus memperkuat distribusi logistik. BNPB mencatat hingga 15–17 Agustus telah mengirim 101,494 ton logistik melalui tujuh sortie penerbangan menggunakan pesawat angkut berat TNI AU. Bantuan tersebut mencakup sembako, tenda rumah sakit lapangan, obat-obatan, dan kebutuhan pengungsi.
Keputusan belum membuka bantuan asing tetap menjadi perhatian publik karena ribuan warga masih membutuhkan tempat berlindung, makanan, layanan kesehatan, dan akses bantuan, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau. Pemerintah menegaskan penanganan korban gempa NTT dan pemenuhan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama.
