Jakarta, GPriority.co.id – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) berlangsung serentak di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya mengukur kemampuan akademik murid sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran.
Di wilayah timur Indonesia, tepatnya di Kabupaten Kepulauan Yapen, pelaksanaan TKA menghadirkan kisah inspiratif. Berdasarkan pemantauan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Papua, ujian berlangsung tertib, jujur, dan penuh semangat meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
Salah satu cerita datang dari SD Negeri Awado. Kepala sekolah, Muhajir, mengungkapkan bahwa pelaksanaan TKA tahun ini dilakukan di SD Integral Lukman Al Hakim Serui. Untuk mencapai lokasi, guru dan murid harus menempuh perjalanan laut yang tidak singkat.
“Jika laut sedang tenang, kami bisa sampai di Serui dalam waktu empat jam, namun bisa mencapai enam jam jika ombak besar. Setibanya di Serui, kami juga harus mencari tempat menginap bagi anak-anak. Meski penuh tantangan, semangat murid kami tetap tinggi untuk mengikuti TKA,” ungkap Muhajir.
Semangat tersebut juga dirasakan oleh para murid. Salah satunya Andai Darling Woraba yang menilai TKA sebagai langkah penting untuk masa depan.
“Kami tetap semangat mengikuti TKA karena ini membantu kami mengetahui kemampuan akademik dan menjadi bekal untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ujar Andai.
Persiapan matang juga dilakukan oleh pihak sekolah. Kepala SD Integral Lukman Al Hakim Serui, Mahfud Fauzi, menjelaskan koordinasi intens telah dilakukan dengan dinas pendidikan, termasuk memastikan ketersediaan listrik dan internet.
“Koordinasi dengan dinas terkait juga telah kami lakukan untuk menjamin ketersediaan listrik dan internet. Dukungan orang tua juga sangat besar, bahkan di antara mereka bersedia meminjamkan perangkat komputer atau laptop apabila terjadi keterbatasan di sekolah,” jelas Mahfud.
Hal serupa disampaikan Kepala SD Inpres 1 Serui, Herdelina Sembay, yang menyebut latihan rutin menjadi kunci kesiapan murid.
“Guru-guru kami rutin memberikan latihan soal sebelum murid pulang sekolah. Anak-anak sangat antusias, bahkan orang tua turut mendukung dengan menunggu hingga sore hari,” ujarnya.
Dari sisi peserta didik, pengalaman mengikuti TKA juga memberikan kesan positif. Nur Aisyah, murid SD Integral Lukman Al Hakim Serui, mengaku sempat cemas sebelum ujian dimulai.
“Awalnya saya takut, tapi ternyata soal-soalnya mudah karena sudah pernah dipelajari sebelumnya,” ungkap Nur.
Pengalaman serupa juga dirasakan Julio Iwanggin dari SD Inpres 1 Serui yang awalnya gugup, namun mampu mengerjakan soal dengan baik setelah membaca dengan cermat.
Pelaksanaan TKA di Kepulauan Yapen menjadi gambaran nyata kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan murid dalam mewujudkan pendidikan yang merata hingga ke pelosok.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti sebelumnya menegaskan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
“Salah satu tujuan TKA adalah untuk mengukur kemampuan literasi seluruh murid Indonesia. Kolaborasi antarsekolah, dukungan orang tua, dan kegigihan murid menjadi bukti semangat membangun pendidikan Indonesia menjadi tanggung jawab bersama semua pihak,” tutur Abdul Mu’ti pada kesempatan berbeda.
