Jeddah, GPriority.co.id – Petugas keamanan Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi sempat dibuat curiga oleh sebuah koper milik jemaah haji asal Palembang, Sumatera Selatan. Kecurigaan muncul setelah layar pemeriksaan X-Ray menunjukkan tumpukan benda padat dalam jumlah besar di dalam koper tersebut.
Dilansir dari laporan ANTARA, karena dianggap mencurigakan, koper itu langsung diperiksa secara mendadak oleh petugas keamanan bandara. Namun setelah dibuka, isi koper ternyata bukan barang terlarang, melainkan sekitar 5 kilogram tempe orek yang sengaja dibawa jemaah dari Indonesia untuk bekal selama menjalankan ibadah haji.
Peristiwa unik itu dibenarkan oleh Tim Bagasi Bandara Jeddah dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Setelah mendapat penjelasan dari jemaah dan petugas pendamping, makanan tersebut akhirnya diperbolehkan kembali dibawa karena tidak melanggar aturan penerbangan maupun ketentuan keamanan Arab Saudi.
Petugas PPIH menjelaskan bahwa tampilan tempe orek dalam jumlah besar di layar X-Ray memang dapat memicu kecurigaan karena terlihat menyerupai benda padat yang tidak biasa. Apalagi makanan tersebut dikemas rapat dalam beberapa lapisan plastik.
Selain kasus tempe orek, PPIH juga mengungkap pernah menemukan koper berisi minyak zaitun yang dibungkus berlapis-lapis hingga memicu pemeriksaan tambahan oleh petugas keamanan bandara.
“Kemasan yang terlalu berlebihan atau dililit lakban bisa membuat petugas curiga dan akhirnya koper harus diperiksa manual,” ujar petugas Tim Bagasi PPIH Jeddah.
PPIH pun mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia agar tidak membawa makanan dalam jumlah berlebihan selama perjalanan. Selain berpotensi memicu pemeriksaan tambahan, barang bawaan yang terlalu banyak juga dapat memperlambat proses pemeriksaan keamanan di bandara.
Jemaah juga diminta menghindari pengemasan tidak lazim, seperti membungkus barang dengan lakban berlebihan atau menyembunyikan makanan di antara pakaian. Pihak bandara internasional memiliki standar keamanan ketat sehingga setiap bentuk benda mencurigakan akan langsung diperiksa lebih lanjut.
Sementara itu, pemerintah Indonesia terus mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan nama baik jemaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan pelayanan haji harus berjalan tertib, aman, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah.
“Kita ingin jemaah Indonesia mendapat pelayanan terbaik dan menjalankan ibadah dengan tenang,” ujar Prabowo dilansir dari laman Sekretariat Negara.
Peristiwa koper berisi tempe orek ini pun viral di media sosial dan memancing beragam komentar warganet. Banyak yang mengaku memahami alasan jemaah membawa makanan khas Indonesia demi mengobati rindu kampung halaman selama berada di Tanah Suci.
