Fadli Zon Maknai Harkitnas 2026: Keberagaman Bukan Ancaman Perpecahan

Menbud Fadli Zon tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan YME/Foto: Dok. Istimewa Menbud Fadli Zon tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan YME/Foto: Dok. Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengajak masyarakat memaknai Hari Kebangkitan Nasional ke-118 dengan menyadari bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang memiliki keberagaman sebagai sumber kekuatan, bukan ancaman perpecahan.

Hal itu disampaikan Fadli Zon usai menjadi inspektur upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Museum Kebangkitan Nasional, Rabu (20/5).

“Memaknai Hari Kebangkitan Nasional, kita harus tetap sadar bahwa bangsa kita adalah bangsa yang besar, dan perbedaan-perbedaan itu harus kita jadikan sumber kekuatan, bukan ancaman perpecahan,” kata Fadli Zon kepada wartawan.

“Dan inilah yang disadari oleh para pendiri bangsa kita, khususnya para perintis, para pemikir, para pelajar, yang ketika itu belajar disini di STOVIA, kesadaran bahwa kita perlu berorganisasi, kita perlu terus mendidik, memberikan akses kepada pendidikan untuk menumbuhkan terus kesadaran untuk merdeka kepada bangsa kita,” tambahnya.

Menurut Fadli Zon, sejarah masa lalu tidak bisa dipisahkan dari masa kini maupun masa depan. Karena itu, Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai momentum untuk terus bangkit menuju cita-cita bangsa.

“Kalau dulu bangkit untuk merdeka, sekarang bangkit untuk kita menuju pada satu cita-cita bangsa kita, yang telah ditetapkan oleh para founding fathers kita, menjadi bangsa yang berdaulat, menjadi bangsa yang adil dan makmur. Jadi saya kira ini yang harus kita sadari memaknainya seperti itu,” pungkasnya.

Fadli Zon juga menilai masyarakat yang memperingati Hari Kebangkitan Nasional di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat, patut merasa beruntung karena dapat mengikuti upacara di titik nol kebangkitan nasional, yakni bekas sekolah STOVIA (School Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen), sekolah kedokteran bagi pemuda Indonesia yang melahirkan tokoh-tokoh pendiri Budi Utomo.