Jakarta, GPriority.co.id – RSUD Kudungga terus memperkuat layanan kesehatan spesialis dengan meluncurkan sejumlah fasilitas medis modern untuk penanganan penyakit prioritas. Langkah strategis ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi penerapan sistem rujukan berbasis kompetensi nasional yang akan mulai diberlakukan pemerintah pada 2027.
Fasilitas baru yang diresmikan meliputi gedung poliklinik rawat jalan, laboratorium kateterisasi atau cath lab, hingga unit mammografi untuk deteksi dini kanker payudara. Modernisasi layanan tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan rujukan yang didorong Kementerian Kesehatan guna mempercepat penanganan penyakit dengan angka kematian tertinggi seperti kanker, jantung, strok, dan uronefrologi (KJSU).
Direktur RSUD Kudungga, Muhammad Yusuf mengatakan, penguatan fasilitas medis menjadi kebutuhan mendesak karena tren penyakit mematikan kini mulai menyerang usia produktif.
“Dengan hadirnya layanan cath lab, masyarakat Kutai Timur kini memiliki akses yang lebih dekat untuk tindakan medis jantung dan strok tanpa harus dirujuk ke luar daerah. Kami berharap fasilitas ini secara signifkan meningkatkan angka keselamatan pasien pada fase kegawatan (golden period),” kata Yusuf saat momen peluncuran peresmian fasilitas di Audiorium Lantai 3 RSUD Kudungga, Sabtu (23/5/2026).
Berdasarkan data nasional, strok masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan angka 19,42 persen. Posisi berikutnya ditempati penyakit jantung iskemik atau serangan jantung sebesar 14,38 persen, disusul kanker di urutan ketiga.
Untuk menjaga kualitas layanan cath lab, RSUD Kudungga kini masuk dalam program pengampuan nasional oleh Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dan RSUD Abdul Wahab Sjahranie. Melalui program tersebut, dokter spesialis jantung intervensi dari rumah sakit pengampu akan secara berkala mendampingi tenaga medis lokal.
Tidak hanya itu, RSUD Kudungga juga menjadi salah satu dari tiga rumah sakit di Kalimantan Timur yang dipilih BPJS Kesehatan untuk menandatangani pakta integritas layanan cath lab bagi pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Yusuf menjelaskan, kesiapan alat kesehatan modern dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi modal penting menghadapi skema rujukan nasional terbaru.
Pada 2027 mendatang, pemerintah pusat akan menghapus sistem rujukan berjenjang berbasis kelas rumah sakit seperti Kelas A, B, C, dan D. Sebagai gantinya, sistem baru akan menggunakan pendekatan berbasis kompetensi rumah sakit yang dibagi menjadi empat klasifikasi, yakni dasar, madya, utama, dan paripurna.
Melalui sistem itu, fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas dapat langsung merujuk pasien ke rumah sakit yang memiliki kompetensi spesifik sesuai penyakit yang ditangani.
“Kami mempersiapkan diri agar kompetensi rumah sakit ini diakui secara nasional sehingga saat sistem baru diketuk pada 2027, jalur pelayanan kita sudah siap dan teruji,” tutur Yusuf.
Untuk penanganan kanker, RSUD Kudungga kini juga telah dilengkapi alat mammografi bantuan Kemenkes tahun anggaran 2025 yang mulai didistribusikan pada triwulan pertama tahun ini.
Alat mammografi tersebut telah melewati uji fungsi, uji paparan, hingga uji kesesuaian radiasi. Saat ini, operasional penuh layanan tersebut tinggal menunggu izin pemanfaatan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir atau Bapeten.
Kehadiran mammografi dosis rendah itu akan memperkuat layanan deteksi dini tumor dan kanker payudara di Kutai Timur sekaligus melengkapi laboratorium patologi anatomi yang sebelumnya sudah beroperasi.
Sementara itu, pembangunan gedung baru poliklinik dilakukan untuk memisahkan layanan rawat jalan yang selama ini masih menumpang di gedung Medical Check-Up (MCU).
“Dengan pemindahan ini, gedung MCU lama akan dioptimalkan kembali sebagai unit layanan unggulan baru yang diproyeksikan mampu mendongkrak pendapatan asli daerah melalui skema Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) di tengah situasi keterbatasan fiskal daerah yang cukup berat.” tutup Yusuf.
