Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN tengah merumuskan program Kartu Lansia Nasional.
Adapun Kartu Lansia Nasional ini merupakan langkah pemerintah untuk memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat lanjut usia (lansia) di tengah meningkatnya fenomena aging population di Indonesia.
Program ini diharapkan mampu memudahkan lansia mengakses berbagai layanan dan bantuan yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
Dalam agenda yang berlangsung pada Selasa (9/6) di Gedung Kemendukbangga/BKKBN, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, mengatakan pemerintah saat ini masih mematangkan konsep kartu tersebut melalui koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.
Menurutnya, sejumlah daerah telah memiliki program serupa yang dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan nasional.
“Kita akan buat kartu lansia, belajar dari Pemerintah Provinsi Jakarta. Biar nanti tiket kereta apinya diskon, belanja diskon, tempat wisata diskon, tiket pesawat diskon, biar kalau jalan-jalan ada diskon,” ujar Wihaji saat menghadiri kegiatan pemberdayaan lansia di Jakarta.
Ia menegaskan, kehadiran Kartu Lansia bukan sekadar program bantuan, melainkan bentuk penghargaan negara kepada warga yang selama puluhan tahun telah berkontribusi melalui pajak dan pembangunan nasional.
“Para lansia ini sudah membayar pajak, jadi jangan sampai diabaikan. Harapannya mereka bisa terus sehat,” kata Wihaji.
Lebih lanjut, Wihaji menambahkan bahwa salah satu persoalan utama yang dihadapi lansia saat ini adalah rasa kesepian yang berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan fisik maupun mental.
Selain memberikan akses terhadap berbagai diskon dan fasilitas, pemerintah juga terus mengembangkan program pendamping seperti Sekolah Lansia, Bina Keluarga Lansia (BKL), serta program Lansia Berdaya (SIDAYA). Program-program tersebut bertujuan menjaga lansia tetap aktif, mandiri, sehat, dan produktif di usia senja.
Wihaji menjelaskan bahwa angka harapan hidup masyarakat Indonesia kini mencapai sekitar 74 tahun. Karena itu, pemerintah perlu memastikan kelompok usia lanjut tetap memperoleh perhatian dan ruang untuk beraktivitas.
“Salah satu tugas kita memang memastikan para lansia yang berusia 60 tahun itu diurus. Untuk usia 60-65 tahun nanti juga akan dibekali program-program yang barangkali bisa menambah rezeki,” ujarnya.
Kemendukbangga menilai kebijakan Kartu Lansia Nasional akan menjadi salah satu langkah strategis menghadapi tantangan aging population yang mulai dirasakan Indonesia. Dengan akses layanan yang lebih mudah serta berbagai program pemberdayaan, pemerintah berharap lansia dapat menjalani masa tua secara lebih sejahtera, produktif, dan bermartabat.
