Bupati Lucky Hakim Tawarkan Hilirisasi Indramayu untuk Gaet Investor

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, selepas menghadiri agenda KUNCI BERSAMA Summit 2026 di Merlynn Park Hotel, Jakarta, Senin (27/7)/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) Bupati Indramayu, Lucky Hakim, selepas menghadiri agenda KUNCI BERSAMA Summit 2026 di Merlynn Park Hotel, Jakarta, Senin (27/7)/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Jakarta, GPriority.co.id – Bupati Indramayu Lucky Hakim mengajak para investor untuk menanamkan modal di Kabupaten Indramayu dengan menawarkan potensi besar di sektor agroindustri, kelautan, hingga pengembangan industri hilirisasi.

Ajakan tersebut disampaikan usai menghadiri KUNCI BERSAMA Summit 2026 yang digelar di Merlynn Park Hotel, Jakarta, Senin (27/7).

KUNCI BERSAMA Summit 2026 menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan investor dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi kawasan melalui peningkatan investasi dan pengembangan potensi daerah.

Dalam wawancara seusai acara, Lucky Hakim menjelaskan bahwa Indramayu memiliki sejumlah keunggulan yang membuat daerahnya layak menjadi tujuan investasi baru.

Selain didukung harga lahan yang masih kompetitif, pemerintah daerah juga membuka ruang seluas-luasnya bagi investor yang ingin mengembangkan usaha.

“Kami sangat welcome sama investor. Harga tanah juga masih kompetitif dan tentu saja kami membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi investor yang ingin masuk ke Indramayu,” ujar Lucky.

Menurutnya, sumber daya manusia juga menjadi salah satu nilai tambah yang dimiliki Kabupaten Indramayu. Banyak masyarakat Indramayu yang memiliki pengalaman bekerja di luar negeri, khususnya Jepang, sehingga menjadi modal penting bagi pengembangan industri.

“Banyak orang Indramayu yang bisa berbahasa Jepang, itu menjadi salah satu kemudahan,” katanya.

Selain kualitas SDM, Lucky menyebut Indramayu telah berkembang sebagai salah satu pusat agribisnis di Jawa Barat. Daerah tersebut juga memiliki karakteristik yang saling melengkapi dengan wilayah lain sehingga membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas.

“Saya rasa ini adalah salah satu kawasan yang memiliki spesialisasi berbeda-beda, terintegrasi, dan saling support satu sama lain,” ungkapnya.

Untuk menarik lebih banyak investasi, Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen memberikan berbagai kemudahan kepada pelaku usaha tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.

“Tentu ditempuh semua sesuai aturan yang berlaku, tapi kita pasti akan memberikan terobosan-terobosan yang lebih mudah selama tidak melanggar aturan yang berlaku,” tegas Lucky.

Meski tidak menetapkan target investor secara khusus, pemerintah daerah telah menentukan arah investasi yang menjadi prioritas, yakni pengembangan industri berbasis hilirisasi sumber daya lokal.

Lucky menjelaskan, Indramayu memiliki produksi beras mencapai sekitar 1,8 juta ton per tahun, serta sektor perikanan yang mampu menyuplai sekitar 30 persen kebutuhan ikan di Jawa Barat.

Potensi tersebut dinilai akan memberikan efisiensi tinggi apabila diolah menjadi produk bernilai tambah melalui industri pengolahan.

“Secara umum tidak ada target yang spesifik, tapi kami membuka hilirisasi. Karena kami punya sumber daya yang besar, protein dan karbohidrat dari sisi agro bisnis, dan juga kelautan, maka sangat efisien kalau industri yang dibuka di sana adalah turunan dari produk-produk asli, seperti beras. Kita punya 1,8 juta ton per tahun. Ikan juga mensuplai 30 persen untuk Jawa Barat. Jadi, kalau itu bisa menjadi hilirisasi yang sangat baik,” jelasnya.

Melalui strategi tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok industri pangan nasional, serta meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan yang dimiliki daerah.