Makkah, GPriority.o.id – Seorang ibu asal Madura menjadi perbincangan warganet setelah video dirinya berjualan gado-gado di Makkah viral di media sosial.
Momen tersebut diunggah akun Instagram @fadhilraihannn dan menarik perhatian bukan hanya karena menu khas Indonesia yang dijual, tetapi juga lokasi lapaknya yang berlatar pemandangan Jabal Khandamah, kawasan perbukitan yang menghadap langsung ke Kota Makkah.
Dalam video yang beredar, ibu tersebut tampak dengan cekatan mengulek bumbu kacang secara manual sebelum menyajikan seporsi gado-gado kepada pelanggan yang datang silih berganti. Kesederhanaan lapaknya justru menjadi daya tarik tersendiri. Banyak warganet mengaku tak menyangka dapat menemukan cita rasa khas Indonesia di kawasan sekitar Tanah Suci.
Pengunggah video, @fadhilraihannn, memperlihatkan suasana lapak yang ramai didatangi pembeli. Kehadiran penjual asal Madura itu disebut menjadi “obat rindu” bagi jamaah umrah, pekerja migran Indonesia, maupun diaspora yang ingin menikmati masakan Nusantara saat berada di Arab Saudi.
Fenomena kuliner Indonesia di Arab Saudi memang terus berkembang seiring meningkatnya jumlah warga Indonesia yang menetap maupun berkunjung untuk ibadah haji dan umrah. Di kota-kota seperti Makkah, Madinah, Jeddah, hingga Riyadh, terdapat puluhan restoran, rumah makan, dan warung yang menyajikan hidangan khas Indonesia, mulai dari nasi Padang, soto, bakso, mi ayam, hingga gado-gado.
Harga makanan Indonesia di Arab Saudi juga relatif terjangkau. Berdasarkan kisaran harga restoran dan rumah makan di negara tersebut, satu porsi makanan Indonesia umumnya dibanderol sekitar 10 hingga 35 riyal Saudi, sedangkan menu di restoran yang lebih besar dapat mencapai 40ā60 riyal Saudi per porsi, tergantung lokasi dan jenis hidangannya.
Viralnya kisah ibu asal Madura ini turut memperlihatkan besarnya minat masyarakat terhadap kuliner Indonesia di luar negeri. Selain menjadi sumber penghasilan, usaha makanan khas Nusantara juga menjadi penghubung rasa rindu bagi warga Indonesia yang berada jauh dari kampung halaman.
Video tersebut pun menuai ribuan respons positif. Banyak warganet memuji semangat sang ibu yang tetap membawa cita rasa Indonesia hingga ke Makkah. Tak sedikit pula yang berharap dapat mencicipi langsung racikan gado-gado buatannya saat berkesempatan menunaikan ibadah umrah atau haji.
Kisah sederhana ini menjadi bukti bahwa kuliner Indonesia memiliki daya tarik yang mampu menembus batas negara. Dengan mengandalkan resep tradisional dan keramahan khas Nusantara, seorang ibu asal Madura berhasil menarik perhatian publik sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia di tengah kota suci umat Islam.
