Bukan Hoaks! 1.800 Orang Tarik Kastil 396 Ton di Jepang

1.800 orang di Jepang bergotong royong memindahkan bangunan utama Kastil Hirosaki yang berbobot hampir 400 ton menggunakan tali dan teknik tradisional hikiya/Foto : Dok. Reuters 1.800 orang di Jepang bergotong royong memindahkan bangunan utama Kastil Hirosaki yang berbobot hampir 400 ton menggunakan tali dan teknik tradisional hikiya/Foto : Dok. Reuters

Jepang, GPriority.co.id – Sebanyak 1.800 orang di Jepang bergotong royong memindahkan bangunan utama Kastil Hirosaki yang berbobot hampir 400 ton menggunakan tali dan teknik tradisional hikiya. Aksi tersebut menjadi bagian dari proyek restorasi kastil bersejarah di Prefektur Aomori, Jepang.

Dilansir dari laporan WION dan sejumlah media internasional, bangunan utama Kastil Hirosaki dipindahkan secara perlahan menuju lokasi aslinya setelah sebelumnya digeser untuk memungkinkan perbaikan dinding batu kastil. Dalam dua hari, para peserta berhasil menggeser bangunan sekitar 2,22 meter.

Teknik hikiya memungkinkan sebuah bangunan dipindahkan tanpa harus dibongkar. Kastil ditempatkan di atas rel dan sistem penggeser, kemudian ditarik menggunakan tali berukuran sekitar 30 meter. Para peserta dibagi dalam kelompok yang bergantian menarik tali.

Kepala Divisi Taman dan Ruang Terbuka Kota Hirosaki, Kensuke Hayasaka, mengatakan minat masyarakat terhadap kegiatan tersebut sangat besar.

“Kami menerima sekitar 8.000 pendaftaran untuk 1.800 tempat selama dua hari terakhir, kira-kira empat kali lipat dari jumlah yang tersedia. Bukan hanya dari kota ini, tetapi juga dari berbagai wilayah Jepang dan luar negeri; cukup banyak dari Asia Tenggara serta Eropa dan Amerika Utara,” ujar Hayasaka kepada The Guardian.

Hayasaka menjelaskan, metode tersebut dipilih karena bangunan utama kastil merupakan properti budaya penting yang ditetapkan secara nasional.

“Karena bangunan utama ini merupakan properti budaya penting yang ditetapkan secara nasional, kami tidak membongkarnya. Kami menggunakan hikiya, sebuah metode pemindahan bangunan yang telah ada di Jepang sejak zaman dahulu,” katanya.

Salah satu peserta adalah Motoharu Nakata, 61 tahun, yang datang dari Hiroshima. Ia ternyata pernah ikut memindahkan bangunan tersebut 11 tahun lalu.

“Sangat mengharukan bisa berpartisipasi lagi. Tidak ada kesempatan lain untuk menarik sebuah kastil—ini luar biasa,” kata Nakata.

Pemindahan manual ini bukanlah keseluruhan perjalanan Kastil Hirosaki. Sekitar 4.100 orang dijadwalkan terlibat untuk menggeser bangunan sekitar lima meter secara manual. Setelah itu, sisa perjalanan sekitar 73 meter akan dilakukan menggunakan mesin.

Kastil Hirosaki sendiri dibangun pada 1611 dan menjadi salah satu dari hanya 12 bangunan kastil asli yang masih bertahan di Jepang. Struktur yang sekarang berdiri dibangun kembali pada 1810 setelah bangunan sebelumnya terbakar akibat sambaran petir pada 1627.

Restorasi besar-besaran membuat bangunan utama kastil belum dapat dikunjungi wisatawan. Pemerintah setempat memperkirakan Kastil Hirosaki baru dibuka kembali untuk pengunjung pada 2033.