Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus membenahi pengoperasian Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan di Cilincing, Jakarta Utara.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau fasilitas tersebut bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Ketenagakerjaan untuk memastikan operasional berjalan optimal sekaligus menjaga kenyamanan warga sekitar.
Melalui unggahan di akun Instagramnya, Pramono mengatakan pembenahan tidak hanya menyangkut fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga kendaraan yang digunakan untuk mengangkut sampah menuju RDF Rorotan.
“Pengoperasian RDF Rorotan terus kami benahi, termasuk truk-truk pengangkut sampahnya. Saat meninjau bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Ketenagakerjaan, terbukti tidak ada bau yang mengganggu,” tulis Pramono dalam postingannya.
Pramono berharap RDF Rorotan dapat beroperasi secara optimal dan menjadi bagian dari solusi persoalan sampah Jakarta. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar fasilitas tersebut.
“Semoga RDF Rorotan dapat beroperasi optimal, membuat warga sekitar tetap nyaman, sekaligus menjadi bagian dari solusi persoalan sampah di Jakarta,” harapnya.
Apa Itu RDF Rorotan?
RDF atau Refuse Derived Fuel merupakan bahan bakar yang dihasilkan dari limbah padat yang telah melalui proses pengolahan untuk meningkatkan nilai kalorinya. Produk tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif, antara lain untuk industri yang membutuhkan energi termal.
RDF Plant Rorotan dibangun di atas lahan sekitar 7,78 hektare dengan kapasitas desain mencapai 2.500 ton sampah per hari. Dari kapasitas tersebut, fasilitas dirancang menghasilkan sekitar 875 ton RDF per hari. Kehadirannya ditujukan untuk mengurangi sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah di dalam kota.
Saat ini, operasional RDF Rorotan dilakukan secara bertahap. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyebut satu lini fasilitas telah beroperasi dengan kapasitas sekitar 800 ton per hari, sembari dilakukan evaluasi dan penyempurnaan untuk memastikan kenyamanan warga.
Anggaran RDF Rorotan Capai Rp1,28 Triliun
Pembangunan RDF Rorotan membutuhkan anggaran sekitar Rp1,28 triliun lebih yang bersumber dari APBD Provinsi DKI Jakarta 2024. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang diharapkan menjadi salah satu infrastruktur strategis pengelolaan sampah Jakarta.
Dengan investasi tersebut, RDF Rorotan diharapkan membantu mengurangi ketergantungan Jakarta terhadap landfill serta mendukung transformasi pengelolaan sampah dari sekadar angkut dan buang menjadi pilah, angkut, dan olah. Pemprov DKI juga menargetkan sistem pengelolaan sampah Jakarta semakin modern dan berkelanjutan.
