Gegara Hal Sepele, 2 Cacing Hidup 10 Cm Ditemukan di Bawah Kulit Wanita China

Cacing pita yang ditemukan di perut Wang/Foto : Dok. South Morning China Post Cacing pita yang ditemukan di perut Wang/Foto : Dok. South Morning China Post

Sehnzhen, GPriority.co.id – Seorang wanita di Shenzhen, China, mengalami kasus medis langka yang mengejutkan setelah dokter menemukan dua cacing hidup sepanjang lebih dari 10 sentimeter di bawah kulit lengan kirinya.

Awalnya, wanita bermarga Wang tersebut mengira benjolan yang muncul di lengannya hanyalah masalah kesehatan biasa. Namun, hasil operasi mengungkap fakta yang jauh lebih mengerikan.

Dilansir dari laporan South Morning China Post, Wang telah memiliki benjolan kecil seukuran kacang di lengan atas kirinya selama sekitar satu tahun. Karena tidak menimbulkan rasa sakit pada awalnya, ia tidak terlalu memperhatikan kondisi tersebut.

Namun seiring waktu, benjolan itu membesar hingga seukuran telur puyuh dan mulai disertai nyeri yang semakin parah. Kulit di sekitar area tersebut juga berubah warna menjadi kemerahan.

Saat memeriksakan diri ke rumah sakit, dokter awalnya menduga benjolan tersebut merupakan tumor atau kelainan pembuluh darah. Namun ketika prosedur pembedahan dilakukan, tim medis dikejutkan oleh kemunculan dua cacing putih yang masih hidup dan bergerak keluar dari jaringan di bawah kulit pasien.

Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, cacing tersebut diidentifikasi sebagai larva cacing pita jenis Spirometra, yang menyebabkan penyakit sparganosis.

Dokter menjelaskan bahwa sparganosis merupakan infeksi parasit langka yang dapat terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi larva parasit, termasuk air yang tidak dimasak hingga matang.

Infeksi juga dapat terjadi akibat mengonsumsi daging katak, ular, atau hewan tertentu yang tidak dimasak sempurna. Setelah masuk ke dalam tubuh, larva dapat bermigrasi ke berbagai jaringan, termasuk kulit, otot, mata, bahkan otak.

Dalam keterangannya, tim medis menjelaskan bahwa kasus ini menjadi pengingat penting mengenai kebersihan makanan dan minuman.

“Banyak pasien tidak menyadari bahwa kebiasaan makan atau minum yang tampak sepele dapat menjadi jalur masuk parasit ke dalam tubuh,” jelas tim medis.

Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya memastikan seluruh makanan dan air yang dikonsumsi telah melalui proses pengolahan yang aman.

Para ahli juga mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila menemukan benjolan yang terus membesar, berpindah lokasi, atau disertai rasa nyeri yang tidak biasa. Meskipun sparganosis tergolong jarang terjadi, diagnosis dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.

Kasus Wang menjadi salah satu contoh terbaru bagaimana infeksi parasit masih dapat terjadi di era modern. Berkat tindakan cepat tim medis, kedua cacing berhasil diangkat sepenuhnya dan pasien kini dalam kondisi pemulihan yang baik.