Intelijen Ukraina Rilis 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia

Kiev, GPriority.co.id – Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (Foreign Intelligence Service of Ukraine/FISU) merilis dokumen yang menunjukkan delapan warga negara Indonesia (WNI) telah direkrut menjadi tentara Rusia untuk berperang melawan Ukraina. Dokumen yang dipublikasikan pada 27 Agustus 2026 itu berupa e-visa turis dan kartu migrasi yang diterbitkan otoritas Rusia dalam rentang September 2025 hingga Juni 2026.

FISU menyebut Indonesia menjadi salah satu target operasi perekrutan asing yang dilakukan Rusia secara sistematis. Pola perekrutan tersebut, menurut FISU, serupa dengan skema yang sebelumnya diterapkan di Nepal, Kuba, Kenya, dan India.

Dalam pernyataannya, FISU mengatakan Rusia merekrut warga asing untuk menutup kekurangan personel di garis depan sekaligus memperkuat narasi propaganda tentang dukungan global terhadap “operasi militer khusus” Kremlin. FISU juga menyebut rendahnya minat warga Rusia untuk bergabung secara sukarela turut mendorong perekrutan asing.

Delapan nama WNI yang dipublikasikan FISU adalah Yuda Putra Pratama, Haryanto Dwi Kencana, Erwanda, Ngangun Hudri Fadli, Muhammad Syaripudin, M Hadi Maulana, Wahyu Oktavian Iskandar, dan Helmi Nuraha Hakim. Menurut FISU, Helmi Nuraha Hakim menjadi kasus paling awal yang tercatat masuk melalui kartu migrasi sejak September 2025.

FISU menyatakan para rekrutan dijanjikan gaji tinggi, tugas non-tempur, percepatan kewarganegaraan Rusia, dan tunjangan sosial. Namun, menurut mereka, banyak rekrutan justru dikirim ke garis depan tanpa pelatihan memadai, bahkan sebagian disebut tewas dalam beberapa pekan pertama.

Daftar delapan WNI itu disebut di luar dua nama lain, yakni mantan personel Marinir TNI AL Serda (Mar) Satriya Arta Kumbara dan anggota Brimob Polda Aceh Bripda Muhammad Rio. Satriya sebelumnya diberhentikan tidak dengan hormat dari TNI AL dan kehilangan kewarganegaraan Indonesia karena bergabung dengan militer asing tanpa izin pemerintah.

Sementara itu, Bripda Muhammad Rio disebut desersi sejak 8 Desember 2025. Keberadaan Rio sempat viral pada Januari 2026 setelah ia mengirimkan pesan dan dokumentasi foto serta video yang memperlihatkan dirinya bergabung dengan kelompok tentara bayaran Rusia.

FISU menyebut Indonesia kini masuk dalam daftar negara yang dijadikan sumber perekrutan tenaga tempur asing oleh Kremlin. “Indonesia telah menjadi contoh terbaru dari pola ini,” tulis FISU dalam keterangan resminya.

Sebagai informasi, Ukraina juga melakukan hal serupa dengan merekrut tentara bayaran dari negara lain untuk berperang melawan Rusia. Ukraina mengklaim mereka adalah foreign volunteers atau juga intenational legion. Hanya saja belum terungkap ada berapa WNI yang telah bergabung di militer Ukraina.

Foto : FISU