6 Kasus Jembatan Anjlok di Indonesia, Terbaru Jembatan Pongpet Pangandaran

Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami kerusakan sesaat setelah diresmikan pada Minggu (30/8)/Foto : Dok. Istimewa Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami kerusakan sesaat setelah diresmikan pada Minggu (30/8)/Foto : Dok. Istimewa

Pangandaran, GPriority.co.id – Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami kerusakan sesaat setelah diresmikan pada Minggu (30/8).

Insiden terjadi ketika jembatan dilintasi lebih dari 50 orang, termasuk Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama sejumlah pejabat daerah.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.10 WIB setelah rangkaian acara peresmian selesai.

Rombongan bupati bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ling Ling Nugraha Senjaya, Dandim 0626 Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan, serta masyarakat kemudian mencoba melintasi jembatan.

Jembatan sepanjang sekitar 60 meter itu tiba-tiba miring setelah salah satu tali sling penahan terlepas dari sistem pengikat utama. Sejumlah orang sempat terjatuh, tetapi tidak ada laporan korban jiwa. Beberapa orang dilaporkan mengalami luka ringan.

Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad) menjelaskan kerusakan terjadi setelah lebih dari 50 orang melintas secara bersamaan. Kondisi tersebut disebut telah melampaui kapasitas yang ditentukan.

“Kondisi tersebut terjadi setelah lebih dari 50 orang melintas secara bersamaan, melampaui kapasitas yang telah ditentukan, sehingga tali sling pada sisi kiri jembatan terlepas dari pengikat utama dan menyebabkan jembatan menjadi miring,” demikian keterangan Dispenad yang dikutip dari laporan detikcom.

TNI AD menegaskan peristiwa tersebut bukan keruntuhan seluruh struktur jembatan. “Kondisi yang terjadi bukan merupakan keruntuhan atau ambruknya keseluruhan struktur jembatan,” demikian keterangan TNI AD yang dikutip dari laporan ANTARA.

Jembatan Pongpet kemudian ditutup sementara untuk mencegah masyarakat melintas sampai dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi konstruksi dan keamanan jembatan.

Daftar Kasus Jembatan Gantung Rusak Fatal di Indonesia

Kasus Jembatan Pongpet menambah daftar insiden jembatan gantung yang mengalami kerusakan serius di Indonesia. Beberapa di antaranya:

1. Ciamis, Jawa Barat – 2022: Jembatan Gantung Leuwi Nutug di Desa Sukamaju, Baregbeg, ambruk saat puluhan santri berada di atasnya. Sebanyak 66 siswa dilaporkan berada di satu sisi jembatan dan sejumlah korban mengalami luka. Pengait sling diduga tidak kuat menahan beban.

2. Probolinggo, Jawa Timur – 2022: Jembatan gantung di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, roboh ketika puluhan siswa SMP melintas. Jembatan tersebut kemudian digantikan dengan jembatan Bailey.

3. Lebak, Banten – 2024: Sebanyak 15 warga terjatuh setelah kawat sling jembatan gantung di Desa Leuwi Ipuh, Banjarsari, terputus. Sepuluh orang mengalami luka, sementara lima lainnya sempat menggantung di jembatan.

4. Lebak, Banten – 2024: Jembatan Gantung Leuwi Awi yang menghubungkan Kecamatan Leuwidamar dan Bojongmanik ambruk. Jembatan sepanjang sekitar 120 meter tersebut dilaporkan rusak karena termakan usia sehingga akses warga dan pelajar terputus.

5. Sukabumi, Jawa Barat – 2026: Jembatan Gantung Siliwangi di Tegalbuleud putus saat dipadati warga yang hendak menggunakan hak pilih dalam Pilkades PAW. Tiga warga dilaporkan sempat tercebur ke sungai.

6. Pangandaran, Jawa Barat – 2026 : Jembatan Pongpet, Pangandaran, anjlok usai dilintasi oleh lebih dari 50 orang (kapasitas berlebih), dalam waktu bersamaan.

Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan kapasitas, kondisi sling, sistem pengikat, serta pembatasan jumlah pengguna pada jembatan gantung. Insiden Pongpet juga menjadi perhatian karena kerusakan terjadi sesaat setelah jembatan diresmikan.