Cuma 12 Detik! Pesawat Amfibi Malaysia Angkut 6.137 Liter Air untuk Padamkan Karhutla di Sumatera

Malaysia mengerahkan pesawat amfibi untuk membantu pemadaman karhutla di wilayah Sumatera hanya dalam 12 detik/Foto : Dok. Istimewa Malaysia mengerahkan pesawat amfibi untuk membantu pemadaman karhutla di wilayah Sumatera hanya dalam 12 detik/Foto : Dok. Istimewa

Sumatera, GPriority.co.id – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mendapat dukungan dari berbagai negara.

Salah satunya Malaysia yang mengerahkan pesawat amfibi untuk membantu pemadaman karhutla di wilayah Sumatera. Dalam satu kali pengambilan air, pesawat tersebut disebut mampu mengangkut 6.137 liter air hanya dalam waktu sekitar 12 detik.

Penggunaan pesawat amfibi menjadi bagian dari dukungan udara dalam menghadapi karhutla yang melanda sejumlah wilayah Indonesia. Kemampuan mengangkut air dalam jumlah besar diharapkan mempercepat pemadaman, khususnya pada lokasi kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Dukungan internasional tersebut berlangsung ketika pemerintah Indonesia juga memperkuat pengerahan sumber daya udara. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memberikan izin khusus penggunaan pesawat berregistrasi asing untuk mendukung kegiatan pemadaman dan penanganan dampak karhutla di Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan izin telah diterbitkan untuk 11 pemegang Air Operator Certificate (AOC) dari delapan negara dengan total 35 helikopter.

“Negara asalnya dari Australia, Rusia, Amerika, Ukraina, New Zealand, Laos, Vietnam, dan Kanada,” kata Lukman, Senin (24/8).

Pesawat asing yang telah memperoleh izin khusus tersebut dapat dipindahkan ke wilayah lain yang membutuhkan dukungan penanganan bencana. Kebijakan ini mengacu pada Keputusan Dirjen Perhubungan Udara Nomor KP. 9 Tahun 2021 tentang Otorisasi Pengoperasian Pesawat Udara Asing.

Operator hanya diwajibkan menyampaikan pemberitahuan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam waktu 1 x 24 jam apabila melakukan reposisi pesawat. Selain pengerahan pesawat pemadam, pemerintah juga membuka ruang bagi inovasi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan gagasan penggunaan tepung berbahan ubi atau singkong untuk membantu mencegah dan memadamkan api.

Presiden Prabowo Subianto merespons gagasan tersebut dengan meminta agar inovasi itu diuji dan diproduksi dalam skala besar.

“Menarik sekali itu, bahan bakunya dari ubi, dari singkong, iya, coba diproduksi dalam skala besar, ajukan biaya untuk produksinya, kita usahakan semua upaya ya. Berarti yang kita, water bomb bukan water bomb ya, ubi bombing,” ujar Prabowo.

Pengerahan pesawat asing, pesawat amfibi Malaysia, water bombing, hingga inovasi bahan pemadam menunjukkan pemerintah tengah mengoptimalkan berbagai metode untuk mempercepat penanganan karhutla di Indonesia.