Bukan Soal Nilai, Ini 8 Tanda Tersembunyi Seseorang Punya IQ Rendah

Kecerdasan bukan hanya berkaitan dengan nilai akademik, tetapi juga cara seseorang memproses informasi dan menghadapi persoalan sehari-hari/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik Kecerdasan bukan hanya berkaitan dengan nilai akademik, tetapi juga cara seseorang memproses informasi dan menghadapi persoalan sehari-hari/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Unggahan mengenai tanda-tanda IQ rendah kembali menjadi perhatian di media sosial.

Salah satunya dibagikan akun Instagram @pola.pikir.elite yang menyebut terdapat delapan kebiasaan tersembunyi yang disebut dapat menunjukkan seseorang memiliki kemampuan berpikir rendah.

Dalam unggahan tersebut, akun @pola.pikir.elite menekankan bahwa kecerdasan bukan hanya berkaitan dengan nilai akademik, tetapi juga cara seseorang memproses informasi dan menghadapi persoalan sehari-hari.

Tanda pertama yang disebut adalah susah memahami sarkasme. Seseorang dinilai kesulitan menangkap candaan atau konteks percakapan sehingga mudah menganggap ucapan orang lain secara harfiah.

Kedua, pola pikir kaku, yakni cenderung melihat persoalan secara hitam-putih dan kesulitan menerima sudut pandang berbeda. Ketiga adalah gagal beradaptasi, terutama ketika menghadapi informasi, perubahan, atau situasi baru secara tiba-tiba.

Keempat, gampang percaya hoaks. Unggahan tersebut menggambarkan orang yang langsung mempercayai dan membagikan informasi tanpa memeriksa kebenarannya terlebih dahulu.

Kelima, tidak memiliki rasa ingin tahu, terutama terhadap pengetahuan atau topik baru. Keenam, menghindari aktivitas yang membutuhkan pemikiran, misalnya lebih memilih mengonsumsi hiburan ringan dibandingkan konten edukatif yang membutuhkan konsentrasi.

Ketujuh adalah merasa paling pintar atau terlalu yakin mengetahui segala sesuatu. Terakhir, seseorang disebut cenderung fokus pada hal-hal remeh, tetapi gagal melihat persoalan utama dalam sebuah masalah.

“Kecerdasan itu gak cuma soal nilai sekolah, tapi soal cara berpikir sehari-hari,” tulis akun @pola.pikir.elite dalam unggahannya.

Akun tersebut juga mengingatkan bahwa orang yang terlihat pintar bukan selalu yang paling banyak berbicara, melainkan mereka yang mau terus belajar dan terbuka terhadap sudut pandang baru.

Meski demikian, delapan poin tersebut tidak dapat dijadikan tes IQ. Dalam psikologi, IQ diperoleh melalui pengukuran terstandar, bukan sekadar pengamatan terhadap perilaku seseorang.

Penelitian menunjukkan kemampuan kognitif memang berkaitan dengan cara seseorang menilai informasi. Tinjauan sistematis terhadap penelitian mengenai misinformasi menemukan bahwa kemampuan seperti kecerdasan umum, penalaran, persepsi, dan memori dapat memengaruhi kerentanan seseorang terhadap informasi yang keliru.

Namun, para peneliti juga menekankan bahwa tidak ada satu karakteristik yang membuat seseorang sepenuhnya kebal terhadap misinformasi.

Studi lain yang dipublikasikan dalam PNAS juga menemukan bahwa kemampuan berpikir analitis berkaitan dengan kemampuan membedakan informasi benar dan salah.

Karena itu, delapan tanda tersebut lebih tepat dijadikan bahan refleksi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, bukan sebagai vonis bahwa seseorang memiliki IQ rendah.