Prancis, GPriority.co.id – Warga Prancis kerap menjadi perhatian karena memiliki angka kematian akibat penyakit jantung iskemik yang relatif rendah dibandingkan sejumlah negara maju. Data OECD menyebut Prancis, bersama Jepang, Korea Selatan, dan Belanda, termasuk negara dengan angka kematian akibat penyakit jantung iskemik terendah di antara negara-negara OECD.
Kondisi tersebut kembali ramai dibahas setelah unggahan Threads dari akun zialaava, yang dilansir melalui Instagram @pikology, membahas kebiasaan makan dan aktivitas harian warga Prancis. Menariknya, mereka tetap mengonsumsi roti, keju, bahkan wine, tetapi disebut jarang melakukan olahraga di gym.
Dalam unggahan tersebut disebutkan, “Kebiasaan pertama, porsi kecil dan mereka gak nambah.” Croissant di Paris disebut berukuran lebih kecil dibandingkan croissant yang biasa dijual di pusat perbelanjaan Jakarta. Intinya bukan pantangan makanan, melainkan menjaga porsi sejak awal.
Kebiasaan kedua adalah menjadikan makan sebagai aktivitas utama. “Makan itu acara bukan sambilan,” tulis unggahan tersebut. Makan siang dapat berlangsung sekitar satu jam sambil duduk dan berbincang. Pesan ini sejalan dengan penelitian yang menemukan bahwa makan lebih lambat berkaitan dengan asupan energi yang lebih rendah dibandingkan makan cepat.
Kebiasaan ketiga adalah minim ngemil. “Gak ada budaya ngemil. Abis makan ya selesai,” demikian pernyataan dalam unggahan. Namun, klaim bahwa jeda makan secara otomatis membuat insulin “beristirahat” dan mencegah resistensi insulin tidak dapat disimpulkan sesederhana itu tanpa melihat keseluruhan pola makan dan kondisi metabolisme seseorang.
Kebiasaan keempat adalah banyak berjalan kaki. “Jalan kaki itu transportasi bukan olahraga,” tulis unggahan tersebut. Aktivitas seperti berjalan ke toko roti, stasiun, atau menggunakan tangga membuat gerakan fisik menjadi bagian dari rutinitas harian.
Meski demikian, wine bukan alasan yang terbukti membuat warga Prancis lebih sehat jantung. WHO menegaskan alkohol berkaitan dengan berbagai penyakit, termasuk penyakit kardiovaskular, dan semakin banyak alkohol dikonsumsi, semakin besar risikonya.
Karena itu, pelajaran yang lebih aman untuk ditiru bukanlah minum wine atau makan makanan tertentu, melainkan mengontrol porsi, makan dengan sadar, mengurangi kebiasaan ngemil berlebihan, dan memperbanyak aktivitas fisik sehari-hari. WHO sendiri menyebut pola makan sehat dan aktivitas fisik sebagai bagian penting dalam pencegahan penyakit kardiovaskular.
