Jakarta, Gpriority.co.id – Jazz Gunung Bromo 2022 kembali digelar pada 22-23 Juli. Pada pelaksanaannya yang ke 14 ini sejumlah musisi Jazz ternama akan menghibur Al-Jazziah (Penggemar musik jazz). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyambut baik perhelatan yang digelar sejak tahun 2009 ini.
Gelaran Jazz Gunung Bromo 2022 akan berlangsung di Amfiteater Terbuka Jiwa Jawa Resort Bromo, Probolinggo, Jawa Timur. Pagelaran yang berlangsung selama dua hari (22 dan 23 Juli) tersebut diisi oleh 10 penampil musisi jazz internasional dan nasional. Pada hari pertama tercatat, Blue Fire Project Bintang Indrianto feat Ahmad Albar & Ian Antono, Pusakata, Duo Weeger, Irsa Destiwi & Nesia Ardi, serta SweetSwingNoff tampil mengisi panggung Jazz Gunung Bromo 2022. Sementara pada hari kedua terdapat Ring of Fire Project feat Jogja Hiphop Foundation, Andien, Gilang Ramadhan Komodo Project, Andre Dinuth serta Aditya Ong.
Panitia sendiri pada tahun ini menargetkan sebanyak 2 ribu penonton dapat hadir di Jazz Gunung Bromo 2022. Untuk hadir dalam gelaran Jazz Gunung Bromo 2022 penonton dapat membeli beragam tiket yang diantaranya seharga Rp500 ribu (satu hari) dan Rp800 ribu (dua hari). Adapun bagi kategori VIP, harganya Rp 750 ribu (satu hari) dan Rp 1,2 juta (dua hari). Untuk kategori VVIP, harganya Rp 1.250.000 (satu hari) dan Rp 2 juta (dua hari). Panitia penyelenggara berharap dengan euforia dan antusiasme pencinta musik jazz, Jazz Gunung Bromo 2022 dapat menjadi pemantik kebangkitan ekonomi negeri dan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.
Sementara Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno sangat mengapresiasi Jazz Gunung Bromo 2022. Menteri yang akrab disapa Sandi Uno tersebut menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Founder Jazz Gunung, Sigit Pramono dan Butet Kertarajasa. Kurator Jazz Gunung Bomo 2022, Bintang indrianto dan Dewa Budjana serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga perhelatan Jazz Internasional ini terwujud. “Saya Sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga event Jazz Gunung Bromo 2022 kembali hadir untuk ke 14 kalinya sejak tahun 2009,” ujarnya.
Menurutnya, Jazz Gunung Bromo merupakan event Jazz yang telah menjadi salah satu barometer Festival Jazz di Indonesia berskala internasional. Dikatakannya, perhelatan Jazz Gunung Bromo sebagai sajian yang unik dengan setting alam pegunungan sehingga akan memberikan kesan mendalam bagi yang menikmatinya. “Tampil di panggung terbuka pada ketinggian 2.000 meter dari permukaan air laut dengan suasana alam pengunungan menjadi pengalaman unik bagi para musisi serta memberikan kesan mendalam bagi yang menikmatinya,” tandasnya.
Sebagai informasi, Jazz Gunung adalah sebuah event musik jazz yang diselenggarakan di Indonesia. Acara ini diadakan pertama kali pada tahun 2009 dan digagas oleh tiga orang yakni Sigit Pramono, Butet Kartaredjasa dan Djaduk Ferianto. Sesuai namanya, Jazz Gunung mengambil lokasi di gunung. Saat ini terdapat dua lokasi yang menjadi tempat penyelenggaraan Jazz Gunung yaitu di Probolinggo dan Banyuwangi (PS)
