Penulis : Haris | Editor : Lina F | Foto : dok. Pribadi
Cirebon, GPriority.co.id-Saat kamu berkunjung ke Cirebon, tak lengkap kalah tidak berziarah ke makam Sunan Gunung Jati.
Makam yang terletak di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat dikenal sebagai jejak sejarah yang jadi wisata religi ternama di Jawa Barat.
Bagaimana tidak, Sunan Gunung Jati merupakan salah satu dari 9 Wali Songo yang berperan andil dalam mensiarkan agama Islam di Jawa Barat terutama Cirebon.
Metode penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Sunan Gunung Jati menggunakan metode kesenian gamelan yang mudah diterima oleh warga Cirebon.
Bagi siapa saja yang ingin melihat pertunjukan gamelan, dianjurkan untuk mengucapkan syahadat terlebih dahulu.
Sunan Gunung Jati juga menjadi pemrakarsa berdirinya Kerajaan Banten ditengah perjuangan melawan ekspansi Portugis.
Penggunaan metode lebih halus dilakukan setelah beliau pulang berhaji bersama putranya Maulana Hasanudin.
Pada tahun 1552 M, Maulana Hasanudin lalu ditunjuk oleh ayahnya menjadi Raja Banten. Kala itu, Banten merupakan wilayah pelabuhan yang dimasuki Portugis.
Misionaris Kristen oleh Portugis dibendung oleh Sunan Gunung Jati dan putranya Maulana Hasanudin.
Sunan Gunung Jati wafat pada tanggal 19 September 1569 dalam usia 121 tahun. Beliau dimakamkan di Gunung Sembung yang berada di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.
Saat ini, jalan menuju Makam Sunan Gunung Jati sangat mudah diakses dari berbagai kota, sekalipun dari Jakarta. Karena terdapat jalan tol yang bisa memangkas waktu tempuh perjalanan.
Secara administratif, lokasi Makam Sunan Gunung Jati masuk ke dalam wilayah Kabupaten Cirebon. Namun karena jaraknya hanya 3 kilometer dari Kota Cirebon, terkadang orang-orang menganggap sebagai bagian dari Kota Cirebon.
Jarak Makam Sunan Gunung Jati dari alun-alun Kotamadya Cirebon sekitar 4 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 15 menit perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi.
Para pengunjung bisa menggunakan opsi menggunakan kendaraan pribadi, maupun kendaraan umum. Bahkan tidak sedikit juga yang datang dengan menggunakan jasa bus Travel.
Tiket masuk Makam Sunan Gunung Jati gratis, hanya saja para pengunjung disarankan untuk memberi infaq seikhlasnya untuk juru kunci yang ada di kawasan makam tersebut.
Selain itu, para pengunjung juga disarankan untuk menyiapkan uang bagi para pengemis yang ada di lokasi sebelum masuk ke kawasan tersebut.
Mengenai jam buka dan tutupnya 24 jam. Dan tidak mengenal istilah libur alias buka setiap hari.
Perlu diketahui terutama bagi anda yang belum pernah ke Makam Sunan Gunung Jati, bahwa kawasan ini merupakan objek wisata religi. Sehingga fasilitas yang disajikanpun untuk mendukung kenyamanan wisata religi.
Dan inilah beberapa fasilitas yang ada di objek wisata Makam Sunan Gunung Jati:
Area parkir
Toilet
Warung – warung penjual makanan, minuman, dan souvenir.
Mushola
Juru Kunci yang akan pemandu wisata religi pengunjung.
Bagi Anda yang ingin bermalam dekat sana, tersedia penginapan baik hotel maupun rumah warga. Jadi gak perlu khawatir untuk menikmati wisata religi di makam Sunan Gunung Jati.
