Gelar Panen Perdana di Desa Percontohan Barito Kuala, Wujudkan Budidaya Bahan Alami

Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Lina F | Foto: Kemendesa

Jakarta, Gpriority.co.id— Demi mewujudkan budidaya bahan-bahan alami, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmgrasi (Kemendes, PDTT) menggelar Panen Perdana Budidaya Padi Program Pangan Berkah, yang diadakan di Desa Anjir Pasar Kota II, Barito Kuala, Kamis (3/8) kemarin.

Kepada BPSDM, Kemendes PDTT Luthfiyah Nurlalea beserta pejabat lingkungan Kemendes PDTT bersama Pj. Bupati Barito Kuala, Mujiyat, Pimpinan Baznas RI Saidah Sakwan, Ketua Baznas Kalimatan Selatan lakukan panen perdana.

Selain itu, turut dihadirkan juga pada kepala dinas Provinsi Kalimantan Selatan, dan para kepala dinas Kabupaten Barito Kuala.

Program Lumbung Pangan Berkah di desa APK II, Anjr Pasar, Barito Kuala merupakan inisiatif Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (BPPMDDTT) Banjarmasin bekerja sama dengan Baznas Kalimatan Selatan, dan Pemerinah Kabupaten Barito Kuala.

Melansir dari keterangan rilis Kemendesa, program ini diikuti peserta sebanyak 25 orang petani, yang merupakan kelompok mustahiq zakat Desa Anjir Pasar Kota II. Varietas padi yang dikembangkan kelompok petani tersebut merupakan jenis Siam Karang Dukuh, yang dibudidayakan secara organik di atas lahan seluas 25 hektar.

Teknik budidaya padi ini berorientasi pada pemanfaatan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis, yang diperkirakan akan menghasilkan 100 ton Gabah Kering Panen (GKP).

Luthfiyah berharap, keberhasilan program ini dapat ditiru oleh petani-petani yang lain, dan dapat dilaksanakan di daerah-daerah lain.

“Budidaya padi secara organik lebih banyak manfaatnya. Setidaknya sistem produksinya ramah lingkungan, tidak mencemari lingkungan dengan bahan kimia, dan produktivitasnya terjaga dan berkelanjutan,” tegas Luthfiyah.