Nikmati Gurihnya Ikan Tuing Tuing, Yang Hanya Buka Sore Hingga Malam Hari

Penulis : Agustin Effendy | Editor : Lina F | Foto : Dok.Pribadi

Parepare, GPriority.co.id – Ikan terbang atau biasa dikenal ikan torani alias ikan tuing-tuing salah satu ikan musiman yang dikenal berasal dari Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar).

Ikan ini biasanya disajikan dengan cara diasapi. Bukan hanya di Sulbar, ikan tuing-tuing bisa ditemukan di warung-warung yang ada di Sulawesi Selatan, termasuk di Kota Parepare.

Cara masak ikan ini terbilang unik. Ikan tuing-tuing yang sudah dibersihkan kemudian direndam dengan air garam, lalu diletakkan di atas pelepah daun kelapa di atas tungku kayu kering.

Dalam prosesnya, tidak ada kobaran api yang menyentuh kulit ikan. Itu makanya di sebut tuing-tuing asap karena asap inilah yang mematangkan daging ikan terbang.

Tanda ikan sudah matang adalah ketika warna kulit menggelap dan daging ikan sudah mulai mengeras. Tidak perlu waktu yang terlalu lama.

Semakin banyak asap yang mengepul, semakin cepat prosesnya. Para pemilik warung juga kerap kali memanasi ikan agar tuing-tuingnya lebih gurih dan enak disantap.Di Kota Parepare, ikan tuing-tuing asap dapat dinikmati di warung kopi (warkop) Chilos di Jalan Mattirotasi, Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare.

Di Warkop Chilos ikan tuing-tuing dapat disantap mulai sore hingga malam hari. Ikan tuing-tuing ini paling digandrungi pelanggan untuk disantap jelang matahari terbenam hingga larut malam. Seporsi ikan Tuing tuing dihargai 15000 sudah dapat 8 – 10 Ekor ikan asap tuing tuing.

Ikan tuing tuing, dinikmati dengan sambal yang dicampur dengan minyak kelapa yang diolah sendiri. Kemudian diberi jeruk nipis, sehingga rasanya makin gurih.

Chilos, warga Kota Parepare dan pemilik Warkop yang juga menyiapkan ikan tuing tuing asap, mengatakan, tuing-tuing ini adalah ikan musiman. Sehingga hanya bisa dinikmati di waktu waktu tertentu, untuk.memastikan pasokan ikan ini selalu tersedia, maka kami biasa behubungan demgan.nelayan dari sejumlah daerah, seperti Majene, Bone dan Sinjai, ungkap Chilos.