Jakarta, GPriority.co.id – Malam Nisfu Syaban akan berlangsung pada Sabtu (24/2). Adapun menurut beberapa ulama, malam Nisfu Syaban memiliki beberapa keutamaan. Salah satunya yaitu doa dikabulkan.
Imam al-Syafie RA berkata: “ Doa dikabulkan pada 5 malam yaitu malam Jumat, malam Idul Adha, Idul Fitri, awal Rejab dan nisfu Sya’ban. ” (Lihat al-Umm, 1:264).
Ibnu Rajab RA berkata: “Mengenai malam nisfu Sya’ban, pada zaman para tabi’in yang tinggal di Syam, seperti Khalid bin Ma’dan, Makhul, Luqman bin Mair dan beberapa tabi’in lainnya menghormatinya ( malam nisfu Sya’ban) dan mereka akan bersungguh-sungguh melaksanakan ibadah pada malam tersebut.” (Lihat Lathaif al-Ma’arif, 247)
Salah satu amalan yang bisa dilakukan pada malam Nisfu Syaban adalah Sholat Sunnah Al-Raghaib atau Sholat Sunnah Rajab. Namun, apakah amalan ini benar adanya?
Sholat Ar-Raghaib merupakan sholat sunah yang dilakukan pada awal malam bulan Rajab sebanyak 12 rakaat dan juga dilakukan pada malam nisfu Sya’ban sebanyak 100 rakaat. Selanjutnya salat ini dilakukan di antara waktu Maghrib dan salat Isyak. Di antara dalil-dalil yang dijadikan dasar adanya doa ini adalah:
– Dinyatakan berasal dari Nabi SAW:
يَا عَلِي, مَنْ صَلَّى مِائَة رَكْعَة لَيْلَة النِّصْفِ مِنْ شَعْبَان، يَقْر َأ فِي كُلِّ رَكْعَة بِفَاتِحَةِ الكِتَاب, وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدْ عَشرَ م َرَّات, إِلَّا قَضَى اللهُ لَهُ كُلّ حَاجَة
“Wahai Ali, barangsiapa shalat 100 rakaat pada malam nisfu Sya’ban, kemudian ia membaca surat al-Fatihah dan al-Ikhlas sepuluh kali setiap rakaat, niscaya Allah SWT akan mengabulkan setiap keinginannya.”
Hadits ini palsu menurut penilaian Imam al-Syaukani, Imam Ibnu al-Jauzi dan banyak ulama hadis lainnya. Lebih lanjut Imam Ibnu al-Qayyim juga mengatakan bahwa di antara hadis-hadis palsu tersebut adalah hadis-hadis yang menceritakan salat di malam nisfu Sya’ban. (Lihat al-Manar al-Munif, 98)
Di antara pendapat para ulama mengenai shalat sunnah al-Raghaib adalah:
– Ibnu Hajar al-Hathami berkata:
“Adapun shalat sunnah ar-Raghaib sama dengan shalat-shalat biasa lainnya pada malam nisfu Sya’ban dan keduanya (sholat awal Rajab dan malam nisfu Sya’ban) adalah perbuatan yang buruk dan menjijikan. ‘ah. Hadits yang berkaitan dengannya adalah palsu dan perbuatan ini dibenci oleh pelakunya, baik dilakukan sendiri maupun berjamaah.” (Lihat al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra, 1:216)
– Imam al-Nawawi berkata:
“Sholat yang disebut dengan sholat ar-Raghaib dilakukan pada awal Rejab sebanyak 12 rakaat dan di antara waktu Maghrib dan Isyak serta pada malam nisfu Sya’ban sebanyak 100 rakaat. Kedua shalat itu buruk dan mungkar bid’ah.” (Lihat al-Majmu’, 3:548)
– Imam Ibnu al-Jauzi berkata:
“Sholat al-Raghaib itu palsu (diciptakan) dan merupakan kebohongan atas nama Nabi SAW. Para ulama menyatakan bid’ah dan keburukan kedua shalat ini melalui beberapa cara: Di kalangan sahabat, tabi’in dan generasi setelahnya dari kalangan imam mujtahid tidak pernah menyebutkan kedua shalat ini. Jika kedua shalat ini dibolehkan, niscaya mereka tidak akan pernah lalai melaksanakannya. Terlebih lagi, itu muncul setelah 400 tahun.”
– Imam al-Syaukani berkata:
“Inilah shalat al-Raghaib yang terkenal, yang mana para huffaz sepakat bahwa shalat itu palsu atau dibuat-buat.” (Lihat al-Fawaid al-Majmu’ah, 48).
Oleh karena itu, berdasarkan pendapat para ulama yang dikemukakan, kami ingin menekankan bahwa shalat Al-Raghaib tidak berasal dari agama ini dan merupakan penipuan dan kebohongan yang diciptakan atas nama Nabi SAW.
Kesimpulannya, tidak ada ibadah khusus yang diperintahkan untuk dilakukan pada malam nisfu Sya’ban kecuali jenis ibadah umum.
Foto : Freepik
