Produk Noken Anggrek Khas Papua Pengunungan Hadir di Inacraft 2024, Sudah Terjual 3 Kontainer!

Jakarta, GPriority.co.id – Provinsi Papua Pegunungan ikut meramaikan pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, Inacraft 2024. Salah satu produk yang mencuri perhatian adalah pakaian adat noken anggrek khas Papua Pegunungan.

“Yang pertama ada noken anggrek. Noken anggrek itu nilai jualnya tinggi. Satu noken anggrek (harganya) bisa mencapai Rp10-15 juta. Untuk pakaian noken yang saya pakai, bernilai seperti pakaian kerajaan. Ini adalah jati diri kami sebagai perempuan Papua Pegunungan. Ada juga koteka sebagai jati diri laki-laki di Provinsi Papua Pegunungan,” ujar Rode, salah satu ibu PKK yang mengurus stand Papua Pegunungan di Inacraft 2024.

Untuk bahan dari pembuatan noken anggrek sendiri, dasarnya adalah kulit pohon. Umumnya yaitu berasal dari kulit pohon genemo, yang khusus di Papua Pegunungan.

“Ini dari bahan mentah, setelah kami rajut jadinya seperti ini. Dari sini bisa jadi pakaian noken,” ungkap Rode.

Karena begitu berharga, noken anggrek bagi masyarakat Papua Pegunungan juga dapat digunakan sebagai mas kawin. Selain pakaian, noken juga bisa dibuat sebagai tas tradisional maupun topi khas Papua. Bahkan juga bisa dijadikan sebagai dalaman wanita khas Papua.

Diakui oleh Rode, stand Papua Pegunungan di Inacraft 2024, cukup menyita perhatian para pengunjung. Bahkan Presiden Jokowi juga sudah menghampiri stand Provinsi tersebut.

“Presiden (Jokowi) sudah hadir disini bersama ibu negara juga sudah foto dengan kami. Jadi luar biasa stand kami sudah dikunjungi,” tuturnya.

Sebelumnya, di tahun lalu Provinsi Papua Pegunungan juga sudah membuka stand pameran kerajinan tangan khas daerahnya di Medan, Sumatera Utara. Kedepannya, Rode berharap agar Provinsi Papua Pegunungan dapat menghadirkan produk khas daerah dengan lebih baik.

“Kedepannya kami berharap dapat mempersiapkan dengan lebih baik dan kami bisa buat tempat-tempat usaha yang lebih banyak. Karena dari hasil pendapatan penjualan produk ini sangat cukup untuk kami,” harapnya.

Di tahun depan, Provinsi Papua Pegunungan juga tetap berencana untuk hadir kembali membuka stand di pameran Inacraft. Bahkan akan menghadirkan produk-produk yang lebih baik lagi.

“Tadi juga ada tamu dari Jepang yang pesan 3 kontainer produk noken. Satu kontainer itu kurang lebih ada 1000 noken. Jadi 3000 noken sudah terjual. Tadi juga ada tamu dari Korea yang minta impor. Ada juga dari Malaysia yang pesan mahkota putri yang tadi kami pajang,” tandas Rode dengan bangga.

Foto : GP Sifra