Data Menjadi Kunci Bagi BKKBN dalam Menanggulangi Stunting

Yogyakarta, Gpriority.co.id – Data yang akurat dan terkini menjadi kunci dalam merancang strategi, mengidentifikasi tantangan dan mengukur dampak dari setiap intervensi yang dilakukan BKKBN. Demikian Kepala BKKBN Dokter Hasto menyampaikan dalam Pertemuan Koordinasi dan Sinkronisasi Program Kegiatan Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting bagi Tim Kerja Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi Pusat dan Provinsi Tahun 2024, Kamis (7/3) di Yogyakarta.

Dengan menghidupkan data menurut Dokter Hasto, diharapkan langkah-langkah yang diambil dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal serta memberikan kontribusi untuk pembuatan kebijakan yang One Fit for All, terutama dalam penurunan angka stunting di Indonesia.

Sebagai informasi, BKKBN memiliki sumber data utama yaitu New Siga atau Sistem Informasi Keluarga, sebuah sistem informasi yang lebih kekinian dan akuntabel yang menjadi data operasional bagi petugas KB dan pihak terkait dalam melakukan intervensi terhadap program Bangga Kencana, khususnya dalam rangka percepatan penurunan stunting.

Dikutip dari laman BKKBN, selain data, “Unmeet need” juga menjadi fokus perhatian. Konsep “Unmeet need” secara erat terkait dengan masalah stunting dalam masyarakat. Penyelidikan dan upaya pencegahan stunting membutuhkan pemahaman yang komprehensif terhadap faktor-faktor yang menyebabkan “Unmeet need”, seperti keterbatasan akses terhadap makanan bergizi, kurangnya edukasi gizi, serta kurangnya layanan kesehatan yang berkualitas, yang semuanya perlu diatasi melalui pendekatan yang holistik dan terkoordinasi.

“Partisipasi aktif dari semua pihak, baik di tingkat daerah maupun nasional, sangat diperlukan. Pembahasan terkait dengan program Bangga Kencana tetap menjadi prioritas, dengan fokus pada aplikasi dan implementasi di tingkat kabupaten dan kota. Diperlukan kerjasama yang erat antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pihak terkait untuk memastikan kesuksesan program-program ini,” ujar Deputi bidang Advokasi dan Informasi, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, MPd dikutip dari laman BKKBN.

Foto : BKKBN