Pemerintah Korsel Siap Berikan Rp236 Juta bagi Warganya yang Ingin Menikah

ÇÔÁ¤¿ì¡¤°­¿¹¸°, ³²³à ÇÁ·Î°ñÇÁ ¼±¼ö ºÎºÎ ź»ý (¼­¿ï=¿¬ÇÕ´º½º) Çѱ¹ÇÁ·Î°ñÇÁ(KPGA) ÄÚ¸®¾ÈÅõ¾î¿¡¼­ Åë»ê 2½ÂÀ» °ÅµÐ ÇÔÁ¤¿ì(28)¿Í Çѱ¹¿©ÀÚÇÁ·Î°ñÇÁ(KLPGA) Åõ¾î ¼±¼öÀÎ °­¿¹¸°(28)ÀÌ 19ÀÏ °áÈ¥½ÄÀ» ¿Ã¸°´Ù°í ÇÔÁ¤¿ìÀÇ ¸Å´ÏÁö¸ÕÆ® ȸ»çÀÎ SIG°¡ 17ÀÏ ¹àÇû´Ù. »çÁøÀº ÇÔÁ¤¿ì¿Í °­¿¹¸°. 2022.3.17 [SIG Á¦°ø. ÀçÆÇ¸Å ¹× DB ±ÝÁö] photo@yna.co.kr/2022-03-17 11:18:39/

Jakarta, GPriority.co.id – Krisis populasi menjadi salah satu masalah yang dihadapi oleh negara-negara maju di dunia. Begitu pun dengan Korea Selatan (Korsel). Bahkan, untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Korsel sampai mengeluarkan kebijakan untuk warganya yang ingin menikah atau sekedar berpacaran.

Pemerintah Korsel mengaku siap memberikan 1 juta won atau setara dengan Rp11 juta untuk warganya yang mau berpacaran melalui acara perjodohan yang diselenggarakan mereka.

Kebijakan ini berawal dari turunnya angka kelahiran di Korea Selatan yang disebabkan oleh tingginya biaya pendidikan dan perumahan di negara tersebut. Didasari oleh hal itu, banyak pasangan di Korea Selatan kemudian berpikir berulang kali untuk menikah ataupun memiliki anak.

Acara perjodohan ini akan digelar pada bulan Oktober 2024 mendatang, dan ditujukan kepada masyarakat Korea Selatan yang berusia 23-43 tahun. Mereka yang bisa mengikuti acara ini adalah yang berdomisili atau bekerja di distrik tersebut.

Tak hanya sampai disitu, bagi para pasangan yang melakukan ‘sang-gyeon-rye’ atau pertemuan keluarga sebelum mengadakan pernikahan, maka akan mendapatkan tambahan sebesar 2 juta won atau sekitar Rp23 juta.

Jika mereka sampai menikah, maka mereka juga akan mendapatkan bonus sebesar 20 juta won, atau setara dengan Rp236 juta.

Yang tak kalah menarik, selain uang tunai, pemerintah distrik Korea Selatan juga akan memberikan dukungan tambahan untuk perumahan hingga lima tahun lamanya.

Namun, sebelum terpilih menjadi peserta, warga Korea Selatan akan diseleksi terlebih dahulu.

Kedepannya, jika acara perjodohan ini berhasil menarik perhatian banyak orang, maka pemerintah distrik berencana akan menjadikannya sebagai ajang tahunan, yang juga melibatkan lebih banyak peserta asing.

Foto : Seoul Metropolitan Government