5 Nahdliyin Dikabarkan Bertemu Presiden Israel, Ketua PBNU Buka Suara

Jakarta, GPriority.co.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengkritik keras pertemuan 5 Nahdliyin dengan Presiden Israel, Isaac Herzog, yang terjadi pada awal Juli 2024 lalu.

Pertemuan tersebut dinilai tidak memahami konteks geopolitik dan konflik yang sedang berlangsung antara Palestina dan Israel.

Ketua PBNU, KH Yahya Cholil Staquf pun buka suara. Ia menyatakan, bahwa tindakan terseut dapat melukai perasaan umat Islam, terutama warga Nahdlatul Ulama.

“Kemungkinan kunjungan mereka atas nama pribadi. Kita tidak tahu tujuannya apa dan siapa yang mensponsorinya. Ini tindakan yang disesalkan,” ujar Savic Ali, Ketua PBNU.

Lebih lanjut, PBNU menegaskan kembali mengenai komitmennya dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina dalam mendapatkan kemerdekaan.

Sebagai informasi, Nahdliyin merupakan sebutan bagi anggota atau pengikut Nahdlatul Ulama (NU). Langkah lima Nahdliyin tersebut dianggap tidak mewakili sikap resmi PBNU dan tidak sejalan dengan prinsip-prinsip yang dipegang oleh organisasi tersebut.

Foto : Ilustrasi / NU Online