Jakarta, GPriority.co.id – Menyimpan barang memanglah sebuah hal yang wajar. Namun jika sudah berlebihan, hingga membuat rumah penuh, anda mungkin perlu waspada. Karena bisa jadi anda telah terkena ‘Hoarding Disorder’.
‘Hoarding Disorder’ sendiri merupakan hobi atau kebiasaan menimbun barang yang sebenarnya tidak lagi memiliki nilai guna atau manfaat. Misalnya saja seperti sampah. Tetapi, hal ini berbeda dengan kolektor.
Dilansir dari American Psychistric Association (APA), orang dengan gangguan ‘Hoarding Disorder’ ternyata mengalami kesulitan untuk menyingkirkan atau berpisah dengan harta bendanya, hingga menyebabkan kekacauan dalam hidupnya sendiri.
Orang dengan ‘Hoarding Disorder’ dapat menyimpan barang-barang secara acak dan diletakkan sembarangan di berbagai ruangan di dalam rumahnya.
Dalam kebanyakan kasus, mereka bahkan merasa jika barang-barang yang disimpannya itu memiliki nilai sentimental atau bahkan berpikir jika barang-barang tersebut akan berguna di kemudian hari.
Tak hanya sampai disitu, sebagian dari mereka bahkan merasa bahwa hidupnya lebih tenang dan aman jika dikelilingi dengan benda-benda yang disimpannya tersebut.
Parahnya, dikutip dari Anxiety and Depression Association of America (ADAA), orang-orang yang mengalami ‘Hoarding Disorder’ juga senang menyimpan hewan peliharaan dirumahnya.
Penderita gangguan ‘Hoarding Disorder’ menganggap jika memelihara banyak hewan, mereka dapat merawat dan menyelamatkan hewan-hewan tersebut. Namun nyatanya hewan-hewan tersebut malah tak terawat dengan baik.
Indikasi ‘Hoarding Disorder’ dapat terlihat sejak usia remaja dan bisa memburuk seiring dengan bertambahnya usia. Gangguan ini lebih jelas terlihat pada usia dewasa akhir.
Faktor penyebab ‘Hoarding Disorder’ antara lain meliputi kepribadian, riwayat keluarga, dan pengalaman hidup yang penuh tekanan, termasuk kehilangan orang tercinta atau peristiwa traumatis lainnya.
Gangguan ini juga disertai dengan masalah kesehatan lainnya seperti penglihatan, depresi, kegelisahan, hiperaktif, dan ketergantungan alkohol. Bahkan juga bisa menimbulkan beberapa masalah seperti konflik keluarga, gangguan isolasi sosial, performa kerja, hingga cedera yang mengintai.
Foto : Ilustrasi / iStock
