Kendari, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Kemendagri yang dilaksanakan secara virtual pada Senin (7/10).
Dalam paparannya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa Presiden mengapresiasi capaian inflasi yang berada pada angka 1,84 persen (y-o-y) dan deflasi bulanan sebesar 0,12 persen.
“Ini adalah angka terendah selama dua tahun terakhir, bahkan sejak Indonesia merdeka,” ujar Tito.
Disamping itu Tito mengatakan masih terdapat sepuluh provinsi dengan inflasi tertinggi pada September 2024. Kesepuluh itu adalah Papua Pegunungan, Papua Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat, Gorontalo, Bali, Papua Barat Daya, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Timur.
“Sedangkan sepuluh provinsi dengan inflasi terendah adalah Bangka Belitung, Papua, Sulawesi Tenggara, NTT, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Bengkulu, dan Aceh,” kata dia.
Sementara itu, Plt Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menyampaikan bahwa pada minggu pertama Oktober 2024, semakin banyak kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga.
“Minggu lalu tercatat 180 kabupaten/kota, sedangkan minggu ini jumlahnya meningkat menjadi 247 kabupaten/kota, terutama untuk komoditas bawang merah dan cabai rawit,” kata Tohir.
Ia menambahkan bahwa kenaikan harga tersebut terjadi secara acak dan tidak mempengaruhi daerah-daerah yang berdekatan.
“Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan terjadi di internal masing-masing kabupaten/kota. Kami berharap kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH segera melakukan introspeksi agar tidak tercatat kenaikan harga lagi pada minggu berikutnya,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi BPS Pudji Ismatini menyampaikan bahwa tingkat deflasi komponen harga bergejolak pada September 2024 merupakan yang terdalam dalam empat tahun terakhir, yakni sebesar 2,81 persen.
“Pola yang sama terlihat pada bahan makanan, di mana terjadi deflasi sebesar 1,93 persen. Komponen energi juga mencatat deflasi sebesar 0,30%, dipicu oleh penurunan harga BBM nonsubsidi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pudji menyebutkan bahwa secara nasional, pada minggu pertama Oktober 2024, lebih banyak kabupaten/kota yang mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) dibandingkan yang mengalami kenaikan.
“Harga bawang merah naik 5,50% dibandingkan bulan September, minyak goreng naik 0,36%, telur ayam naik 0,53%, sementara harga cabai rawit turun sebesar 3,24% dibandingkan September 2024,” sebutnya.
Foto: Pemprov Sultra
