10 Penyebab Perusahaan Ogah Rekrut Pekerja Gen Z

10 Penyebab Perusahaan Ogah Rekrut Pekerja Gen Z 10 Penyebab Perusahaan Ogah Rekrut Pekerja Gen Z

Jakarta, GPriority.co.id – Pekerja Gen Z nampaknya akan semakin sulit mendapatkan pekerjaan di era sekarang. Pasalnya, seperti dilansir dari CNBC baru-baru ini, banyak perusahaan ogah rekrut pekerja Gen Z karena beberapa hal.

Sebuah platform konsultasi, pendidikan dan karier, Intelligent, melakukan survei terhadap 10 perusahaan yang telah memecat pekerja Gen Z lulusan dari universitas ternama di Indonesia, pada tahun ini.

Menurut data tersebut, 10 penyebabnya ialah :

Pertama, pekerja Gen Z dinilai kurang motivasi dan inisiatif.

Kedua, mereka kurang profesional di pekerjaannya.

Ketiga, mereka dinilai memiliki keterampilan organisasi yang buruk.

Keempat, keterampilan komunikasi mereka buruk.

Kelima, mereka enggan diberi saran atau kritik.

Keenam, kurangnya pengalaman kerja yang relevan.

Ketujuh, mempunyai keterampilan pemecahan masalah yang buruk.

Kedelapan, mempunyai keterampilan teknis yang kurang memadai.

Kesembilan, ketidakcocokan dengan budaya kerja.

Kesepuluh, mereka kesulitan bekerja dalam sebuah tim.

Selain itu, berdasarkan survei yang dilakukan kepada Manajer Perekrutan, pekerja Gen Z banyak merasa kesulitan dan tidak mau dibebani oleh pekerjaan.

Banyak juga dari mereka yang dilaporkan terlambat bekerja serta berpakaian dan berbicara secara tidak pantas di lingkungan pekerjaan mereka.

Gen Z Minta Bantuan Orang Tua Untuk Cari Kerja, Terlalu Manja?

Pekerja Gen Z juga dinilai terlalu manja dan meminta bantuan orang tuanya untuk dicarikan pekerjaan.

Seorang pemilik perusahaan belum lama ini mengaku kepada tim GPriority mengenai permasalahan tersebut.

Ia dimintai bantuan oleh temannya untuk mencarikan pekerjaan bakal sang anak, dari lulusan universitas ternama Indonesia.

Namun herannya, orang tersebut juga menetapkan syarat tempat kerja yang dekat dengan lokasi tempat tinggalnya. Yaitu di daerah elit sekitar SCBD Kuningan atau Sudirman.

Hal ini tentu menimbulkan keheranan. Disaat sedang susah mencari kerja, tapi malah terlalu detail dalam me-request tempat kerja.  

Permasalahan ini juga senada dengan survei dari ResumeTemplates. Dimana, sebanyak 70 persen kalangan Gen Z mengakui jika mereka meminta bantuan orang tuanya dalam proses mencari kerja.

Bahkan 25 persen lainnya sampai memboyong orang tua mereka ke tempat wawancara kerja.

Tak kalah mencengangkan, berdasarkan sebuah survei, banyak juga Gen Z yang ternyata minta bantuan orang tuanya untuk mengirimkan lamaran kerja dan menulis resume (CV) untuk mereka.

Berkat fakta-fakta tersebut, banyak perusahaan memiliki stigma bahwa pekerja Gen Z terlalu manja. Hal ini juga dijadikan dasar pertimbangan dari perusahaan saat ini untuk merekrut calon pekerja dari kalangan Gen Z.

Foto : Istimewa