Jakarta, GPriority.co.id – Dino Patti Djalal, mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, menghebohkan publik usai membongkar jika Tom Lembong punya banyak musuh.
Melalui postingan pada akun X pribadinya, @dinopattidjalal, dirinya mengaku telah mengenal Tom Lembong sejak tahun 2003 silam, saat Tom masih aktif mendukung Presiden SBY.
“Saya mengenal Tom sebagai sosok yang mempunyai intelektualitas tinggi, baik hati, tidak korup, dan idealis,” tulis Dino Patti Djalal.
Dino mengatakan, Tom merupakan sosok selalu kritis dalam melihat berbagai permasalahan bangsa.
Satu hal yang mengejutkan, Dino Patti Djalal juga mengeluarkan statement bahwa Tom Lembong mempunyai banyak musuh.
“Saya juga tahu dia punya banyak musuh sejak berbalik badan menentang mantan bosnya,” tulis Dino lebih lanjut.
Selain itu Dino yakin, jika Tom Lembong memang salah langkah, hal tersebut bukanlah untuk tujuan kekayaannya sendiri. Melainkan karena false judgment atau oversight.
“Namun memberikan celah untuk dijerat oleh pihak yang mampu memberdayakan mekanisme ‘adanya pengaduan masyarakat’ yang dalam dunia hukum kita bisa direkayasa,” tegasnya.
Dino Patti Djalal juga mengeluarkan sebuah data dari media CNN Indonesia, dimana berdasarkan media tersebut, kasus impor gula juga lebih banyak dilakukan Menteri Perdagangan (Mendag) yang menjabat setelah Tom Lembong.
Di akhir postingannya, Dino Patti Djalal berharap hukum Indonesia dapat menegakkan keadilan.
“Disini perlu konsistensi dalam penegakan hukum. God be with you, Tom,” pungkasnya.
Impor Mendag Lain Lebih ‘Ngeri’ Nilainya
Berdasarkan sebuah laporan, Mendag lain yang menjabat selain Tom Lembong, ternyata memiliki nilai impor yang lebih tinggi, jika dibandingkan dengan Tom Lembong yang menjabat pada periode 2015-2016, dan nilai impornya hanya 5 juta ton.

Sedangkan nilai impor Mendag Enggartiasto Lukita pada periode 2015-2016, mencapai 15 juta ton.
Selain itu, pada periode 2019-2020, nilai impor Mendag Agus Supramanto mencapai 9,5 juta ton.
Begitupun dengan Mendag Muhammad Luthfi pada periode 2020-2022, dengan nilai impor 13 juta ton.
Terakhir dan yang paling mencengangkan, nilai impor Mendag Zulkifli Hasan pada periode 2022-2024 mencapai 18 juta ton.
Senada dengan Dino Patti Djalal, sebelumnya Anies Baswedan juga tak menyangka Tom Lembong masuk daftar tersangka kasus dugaan impor gula.
Anies menyebut, dia akan selalu memberikan dukungan moral dan dukungan lainnya kepada tom.
“I still have my trust in Tom,” ujar Anies pada postingan Instagramnya.
Foto : Instagram / @fpcindo
