Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengusulkan mata pelajaran investasi saham dimulai sejak SD (Sekolah Dasar).
Menanggapi hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif usulan Menkeu Sri Mulyani agar edukasi pasar modal dimulai sejak Sekolah Dasar (SD), demi meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Kepala Eksekutif OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyebut bahwa beberapa negara telah memasukkan edukasi keuangan dalam kurikulum sekolah.

OJK sendiri telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan untuk memperkenalkan pengelolaan keuangan, investasi, asuransi, dan dana pensiun di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga perguruan tinggi lintas fakultas.
OJK juga sedang mengupayakan agar usulan ini mendapat dukungan dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Menteri Pendidikan.
Friderica menekankan pentingnya kemampuan pengelolaan keuangan untuk semua profesi dan menyatakan kesiapan OJK menyusun materi edukasi pasar modal.
Ia juga mengapresiasi dukungan Sri Mulyani yang telah lama mendorong literasi keuangan sejak dini, termasuk kepada generasi muda.
Jika Benar Diterapkan, Seperti Apa Konsepnya?
Menurut Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, edukasi soal pasar modal dan investasi saham di tingkat SD bisa dilakukan melalui kegiatan-kegiatan pengenalan, dan bukan dalam bentuk Galeri Investasi.
“Sampai dengan SD mungkin tidak dalam bentuk konsep galeri, tetapi dalam bentuk kegiatan-kegiatan pengenalan tentang konsep berinvestasi. Mungkin diawali dengan konsep berinvestasi secara umum, baru bagaimana kita memasukkan pemahaman tentang pasar modal,” tuturnya.
Lebih lanjut Jeffrey mengatakan, nantinya literasi dan edukasi pasar modal serta investasi saham, dapat berlanjut hingga jenjang SMA.

“Di awal-awal pasca pandemi, saat pembukaan perdagangan perdana pasca pandemi, kami mengundang siswa TK. Pesan yang ingin kami sampaikan, siswa TK ini nantinya akan menjadi investor di pasar modal kita. Artinya literasi terkait pasar modal harus dimulai dari sekarang,” ujarnya.
Sejak dua tahun terakhir, Jeffrey melaporkan, BEI telah menyelenggarakan program literasi dan edukasi pasar modal bagi generasi muda tidak hanya di perguruan tinggi tetapi juga di tingkat sekolah menengah atas.
Foto : Kemenkeu
