Wujud Politik Bebas Aktif, Indonesia Bidik OECD Setelah BRICS

Jakarta, Gpriority.co.id – Keanggotaan Indonesia di BRICS merupakan wujud dari politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Saat ini Indonesia juga tengah berupaya menjadi anggota penuh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2005, Menteri Luar Negeri Sugiyono mengutarakan pada awalnya banyak pihak yang mempertanyakan mengenai keputusan Indonesia masuk sebagai anggota BRICS yang dianggap sebagai sesuatu melenceng dari prinsip politik luar negeri yang bebas-aktif. Akan tetapi sebaliknya, lanjut Sugiyono, keanggotaan Indonesia di BRICS adalah merupakan wujud dari politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif itu sendiri.

Keputusan bergabung dengan BRICS, sebutnya, bukanlah merupakan hasil kerja semalam, melainkan buah dari kiprah, konsistensi, dan keteguhan diplomasi Indonesia selama puluhan tahun.

“Sebagai anggota BRICS, Indonesia akan memastikan untuk menjembatani kepentingan negara-negara berkembang dan kawasan Indo-Pasifik, dan akan terus aktif mencegah meruncingnya persaingan geoekonomi dan geopolitik,” tandasnya.

Menurutnya, keanggotaan Indonesia dalam BRICS bukanlah merupakan sesuatu kebijakan yang terisolir. Sebelumnya, Indonesia juga aktif di kelompok multilateral yang lain, seperti G20, APEC, IPEF, MIKTA, dan CPTPP. “Dan sekarang, kita sedang dalam tahap aksesi sebagai anggota OECD,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama Menlu menyebut ekonomi makro Indonesia pada saat ini berada dalam suasana yang stabil dan terjaga. “Proyeksi positif dari OECD dan Bank Dunia, mencerminkan bahwa Indonesia memiliki ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global yang terjadi dewasa ini,” jelasnya.

Sebagai informasi, pemerintah terus bergerak cepat dalam upaya Indonesia menjadi anggota penuh OECD. Dalam mempersiapkan keanggotaan tersebut, pemerintah telah meluncurkan Portal Aksesi OECD sebagai platform yang akan digunakan oleh Tim Nasional OECD pada Oktober 2024 lalu.

Foto : Kemlu

One thought on “Wujud Politik Bebas Aktif, Indonesia Bidik OECD Setelah BRICS

Comments are closed.