Sosok Ibu ini, Sandang Tas Noken dengan Penuh Bangga di Tanah Suci

Jakarta, GPriority.co.id – Momen unik terjadi di Tanah Suci. Di tengah ribuan jemaah yang tengah menjalani ibadah, seorang ibu asal Papua tampak menonjol dengan sebuah Noken, tas tradisional khas Papua, yang disandangnya penuh bangga.

Pemandangan ini menjadi sorotan, tidak hanya bagi sesama jemaah, tetapi juga dunia, sebagai pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya di mana pun berada.

Noken, yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 4 Desember 2012, bukan sekadar tas biasa.

Terbuat dari serat alami dan dirajut dengan tangan penuh ketelitian, Noken melambangkan kehangatan, kebersamaan, dan hubungan harmonis manusia dengan alam.

Melihat Noken berada di Mekkah menjadi momen yang menyentuh, mempertemukan nilai-nilai tradisi dan spiritualitas di tempat paling suci bagi umat Islam.

Sang ibu, yang kemudian diketahui bernama Herwin Meiliantina Wanggai, mengungkapkan alasan di balik keputusannya membawa Noken ke Mekkah.

“Saya ingin menunjukkan bahwa Papua, dengan segala keunikannya, adalah bagian tak terpisahkan dari Indonesia. Noken ini adalah simbol cinta saya pada budaya dan tanah air,” ujarnya.

Tidak hanya membawa tas tradisional, Herwin juga dengan ramah berbagi cerita kepada jemaah lainnya tentang sejarah dan makna filosofis Noken.

Banyak yang terinspirasi oleh tindakannya, bahkan beberapa jemaah dari negara lain menunjukkan ketertarikan terhadap kerajinan tangan Papua ini.

Felix Wanggai, salah satu tokoh masyarakat Papua, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Herwin.

“Ini adalah kebanggaan kita semua. Noken telah menembus batas geografis, budaya, dan agama, menjadi penghubung antara Papua dan dunia. Salut untuk Ibu Herwin yang telah menjadikan Noken sebagai duta budaya kita di panggung internasional,” ucapnya penuh haru.

Bagi masyarakat Papua, Noken adalah lambang kehidupan. Tas ini digunakan untuk membawa hasil bumi, barang dagangan, bahkan bayi, sebagai simbol perlindungan dan kasih sayang. Kehadirannya di Mekkah memberikan pesan yang kuat: tradisi adalah identitas, dan identitas itu layak untuk dijaga serta diperkenalkan kepada dunia.

Aksi Herwin ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia untuk lebih bangga dan aktif mempromosikan budaya lokal.

Dengan bangga Noken hadir di Tanah Suci, dunia diajak untuk mengenal lebih jauh keindahan budaya Papua.

Foto : Istimewa