Jakarta, Gpriority.co.id – Pertemuan Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy dengan Duta Besar Indonesia untuk Kuwait Lena Maryana Mukti membahas beberapa peluang kolaborasi, seperti kerja sama dalam ketahanan pangan dan pertanian modern melalui teknologi.
Kuwait Fund for Arab Economic Development (KFAED), serta kerja sama di sektor energi baru dan terbarukan yang dapat menjadi prioritas hubungan bilateral kedua negara.
“Peningkatan kualitas SDM unggul, penguatan ekonomi hijau dan biru, serta pembangunan infrastruktur cerdas, berkelanjutan, dan terintegrasi,” ungkap Menteri Rachmat Pambudy, Kamis (16/1) kemarin.
Peluang kerja sama Indonesia-Kuwait di bidang energi terbarukan ini memiliki peran penting dalam akselerasi transisi energi di Indonesia.
Menteri Rachmat mengatakan Kuwait dapat menjadi mitra strategis dalam memanfaatkan potensi energi terbarukan di Indonesia.
Hal ini sejalan dengan komitmen global untuk mengurangi emisi karbon dan mendukung pembangunan hijau yang disepakati oleh kedua negara.
Kementerian PPN/Bappenas optimistis kerja sama Indonesia-Kuwait dapat memberikan manfaat signifikan dalam mendorong transformasi di berbagai sektor strategis.
Pertemuan ini juga mempererat hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin.
Dukungan Kuwait terhadap berbagai program strategis Indonesia, seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara, diharapkan menjadi langkah nyata untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 sebagai negara maju. Melalui sinergi yang kuat, kerja sama bilateral ini diharapkan memberikan manfaat bagi pembangunan berkelanjutan.
Foto : Dok.Bappenas
