Fokus Layani UMKM, BRI Cetak Laba Bersih Rp 60,64 Triliun

Jakarta, GPriority.co.idPT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 60,64 triliun. Dari jumlah tersebut, laba yang diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp 60,15 triliun, sementara laba yang diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali sebesar Rp 488,92 miliar.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan pencapaian ini menunjukkan resiliensi kinerja dan kemampuan perseroan dalam meng-create value secara konsisten bagi pemegang saham, pemangku kepentingan, serta masyarakat luas di tengah keberpihakan BRI kepada UMKM. Jika dibandingkan dengan laba bersih pada 2023 senilai Rp 60,42 triliun, terdapat kenaikan sebesar 0,4 persen secara tahunan.

“Laba bersih konsolidasi BRI sebesar Rp 60,64 triliun pada 2024,” ujar Sunarso saat konferensi pers, Rabu (12/2).

Sunarso menjelaskan pertumbuhan ini didorong oleh penyaluran kredit yang selektif dan tetap berfokus pada UMKM. Tercatat penyaluran kredit sebesar Rp 1.354,64 triliun atau tumbuh 6,97 persen dan seluruh segmen pinjaman tercatat tumbuh positif. 

“Penyaluran kredit BRI didominasi oleh segmen UMKM dengan porsi mencapai 81,97 persen dibandingkan dengan total kredit BRI, atau dengan nominal sebesar Rp 1.110,37 triliun,” jelas Sunarso.

Menurutnya pertumbuhan penyaluran kredit tersebut juga diikuti dengan perbaikan kualitas kredit. Hal ini ditunjukkan membaiknya rasio kredit bermasalah dari semula 2,95 persen pada Desember 2023 membaik menjadi 2,78 persen pada 2024, sehingga total aset pada Desember 2024 sebesar Rp 1.992,98 triliun atau tumbuh 1,42 persen.

Di samping itu, perseroan juga mempersiapkan pencadangan yang mencukupi dengan NPL Coverage sebesar 215,01 persen.

“Resiliensi atau ketangguhan kinerja keuangan perseroan sepanjang 2024 dicapai di tengah tantangan ekonomi global yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi domestik serta tantangan likuiditas bagi industri perbankan,” kata Sunarso.

Dari sisi simpanan atau dana pihak ketiga, perseroan menghimpun simpanan sebesar Rp 1.365,45 triliun. Dana murah mendominasi penghimpunan simpanan dengan proporsi 67,30 persen atau setara Rp 918,98 triliun.

“Keberhasilan BRI dalam meningkatkan porsi CASA secara berkelanjutan tidak terlepas dari strategi BRI terus fokus pada peningkatan CASA berkualitas, salah satunya CASA yang berbasis transaksi,” ujar Sunarso.

Pencapaian current account saving account didukung pertumbuhan transaksi digital Super App BRImo semakin memperkuat layanan digital banking di Indonesia. Pada Desember 2024, jumlah pengguna Super Apps BRImo tumbuh 22,12 persen menjadi 38,61 juta user. 

“Volume transaksi yang diproses melalui BRImo juga tercatat naik 34,57 persen menjadi sebesar Rp 5.596 triliun,” kata Sunarso.

Adapun kinerja pada 2024 juga didukung kondisi likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat. Tercatat rasio loan

deposit ratio berada level 88,85 persen dengan rasio kecukupan modal sebesar 26,63 persen.

Foto: Dok. BRI