Langka! Desa Leyao Gorontalo Diselimuti Hujan Jelly

Langka! Desa Leyao Gorontalo Diselimuti Hujan Jelly, Ini Penjelasannya Langka! Desa Leyao Gorontalo Diselimuti Hujan Jelly, Ini Penjelasannya

Jakarta, GPriority.co.id – Warga Desa Leyao, Gorontalo Utara, menyaksikan fenomena langka tadi pada Sabtu (15/2) malam, saat hujan deras meninggalkan butiran-butiran seperti agar-agar, bukan air biasa, seperti dilansir dari ANTARA.

Peristiwa aneh tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WITA, dan menggemparkan warga karena pekarangan dan jalanan sekitar Desa Leyao Gorontalo tiba-tiba tertutup butiran-butiran lembut seperti agar-agar.

Sebagian warga mencoba mengumpulkan butiran misterius itu, sebagian lainnya mengabadikan momen itu dalam video. Hujan itu berlangsung sekitar 30 menit dengan intensitas yang sangat tinggi.

Masih belum jelas apakah fenomena itu terjadi di seluruh desa atau hanya di wilayah tertentu. Kendati demikian, banyak warga yang memilih untuk menghindari kontak langsung dengan hujan agar-agar itu.

Dari Mana Hujan Jelly Berasal?

Masih dilansir dari ANTARA, penduduk Desa Leyao melaporkan setiap beberapa tahun sekali, setelah hujan deras, tanah dan permukaan air di desa mereka dipenuhi dengan benda seperti gumpalan bening menyerupai jelly.

Gumpalan ini tidak berbau dan memiliki tekstur yang lembut, mirip agar-agar. Adapun beberapa warga percaya bahwa ini adalah pertanda alam atau fenomena gaib yang berkaitan dengan legenda setempat.

Meskipun belum ada jawaban pasti mengenai asal-usul hujan jelly ini, beberapa teori ilmiah mencoba menjelaskannya.

1. Fenomena Star Jelly

Dalam dunia ilmiah, fenomena serupa dikenal sebagai star jelly, yang telah dilaporkan berbagai tempat di dunia. Beberapa ahli menduga bahwa jelly ini adalah sisa-sisa dari amfibi, seperti katak atau salamander, yang telah dimakan oleh burung pemangsa.

2. Reaksi Kimia di Atmosfer

Teori lain menyatakan bahwa hujan jelly bisa berasal dari partikel atmosfer yang mengalami reaksi kimia tertentu ketika bercampur dengan air hujan, membentuk substansi seperti gel.

3. Mikroorganisme atau Ganggang Langka

Ada juga dugaan bahwa hujan jelly bisa berasal dari mikroorganisme atau jenis ganggang tertentu yang berkembang biak di kondisi cuaca tertentu dan jatuh bersama hujan.

Meski berbagai teori telah diajukan, belum ada penelitian yang secara pasti membuktikan asal-usul hujan jelly di Desa Leyao. Penduduk setempat menganggapnya sebagai fenomena unik yang menambah daya tarik desa mereka, sementara ilmuwan masih berusaha menemukan penjelasan yang lebih akurat.

Editor: Novita Intan

Foto : Dok. ANTARA