Jakarta, GPriority.co.id– PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) kembali menunjukkan komitmennya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, dan berintegritas dengan mempertahankan Sertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Pada tahun ini, ITDC berhasil memperluas cakupan sertifikasi hingga ke destinasi wisata The Golo Mori, Kab. Manggarai Barat, NTT.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ITDC, Ahmad Fajar mengatakan upaya berkelanjutan dalam memastikan praktik bisnis yang terintegrasi seluruh wilayah operasionalnya. Sertifikasi ISO 37001:2016 adalah standar internasional yang mengatur sistem manajemen untuk mencegah, mendeteksi, dan menangani risiko penyuapan.
“Diperluasnya lingkup sertifikasi ke The Golo Mori, ITDC semakin memperkuat implementasi sistem anti-penyuapan dalam pengelolaan destinasi wisata unggulan,” ujar Ahmad Fajar dalam keterangan resmi, Senin (3/3).
Menurutnya keberhasilan ITDC dalam mempertahankan sertifikasi ISO 37001:2016 sekaligus memperluas lingkupnya ke The Golo Mori, membuktikan komitmen kami dalam membangun ekosistem pariwisata yang profesional, transparan, dan bebas dari praktik penyuapan.
“Kami akan terus meningkatkan penerapan tata kelola yang baik guna menciptakan lingkungan bisnis yang sehat dan terpercaya,” ucapnya.
Sertifikasi ini dilakukan oleh lembaga sertifikasi yang diakui oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk memastikan penerapan standar yang digunakan telah sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. ITDC menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk praktik penyuapan dan pelanggaran hukum, sebagai bagian dari komitmen dalam menciptakan lingkungan bisnis yang bersih dan transparan.
ITDC memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan berintegritas. Penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016 merupakan bagian dari komitmen ITDC dalam menciptakan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ITDC telah menerapkan berbagai langkah strategis, antara lain penguatan sistem Sistem Manajemen Anti Penyuapan, reformasi proses kerja guna meningkatkan transparansi dan efisiensi, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat budaya integritas dan akuntabilitas, serta memastikan setiap aktivitas bisnis berjalan sesuai dengan prinsip kepatuhan dan etika usaha yang tinggi.
“Kami akan terus menjunjung tinggi prinsip integritas serta memastikan setiap aspek bisnis yang dijalankan sesuai dengan Good Corporate Governance (GCG), Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku Perusahaan, serta prinsip 4 NO’s: No Bribery, No Kickback, No Gift, dan No Luxuries Hospitality, ” imbuh Fajar.
ITDC berkomitmen untuk memperkuat penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan guna menciptakan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan berintegritas.
“ami mengapresiasi dukungan PT Garuda Sertifikasi Indonesia serta dedikasi seluruh pegawai dalam memastikan kelancaran proses audit ini. Mitigasi risiko yang lebih baik dan peningkatan kesadaran akan kepatuhan, ITDC siap melangkah maju dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang bersih dan berkelanjutan,” ucap Fajar.
Foto: Dok. ITDC
